Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menggelar Upacara Bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman kantor, Rabu (28/10/2026). Sekitar 150 pegawai mengikuti upacara dengan khidmat.
Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga. Dalam sambutan tersebut, ia menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus diwujudkan melalui karakter generasi penerus bangsa.
Disampaikan bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, atau kekayaan, tetapi juga dari kualitas manusia, karakter, dan kepedulian terhadap sesama.
“Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,” demikian pesan dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Ahmad Ulin Nur Hafsun.
Sambutan tersebut juga mengajak generasi muda untuk berani bermimpi, bekerja keras, terus berjuang, serta menyeimbangkan keberanian memimpin dengan kesediaan melayani. Ilmu, karya, dan pengorbanan diharapkan menjadi bukti nyata kecintaan terhadap Indonesia.
Salah satu rangkaian upacara adalah pembacaan Keputusan Kongres Sumpah Pemuda oleh Nurrochman Putra Wardana, Penghulu KUA Jebres yang merupakan ASN termuda di lingkungan Kemenag Kota Surakarta. Ia membacakan keputusan kongres dengan sigap dan penuh semangat.
Dalam wawancara terpisah, Nurrochman berharap Kemenag Kota Surakarta semakin profesional, terus berkembang, dan semakin dekat dengan masyarakat.
“Bukan hanya baik dalam pelayanan administrasi, tetapi juga benar-benar bisa memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai ASN muda, ia juga berharap dapat berkontribusi melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kualitas pelayanan.
Menurut Nurrochman, generasi muda saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang, tetapi juga menghadapi persaingan dan tuntutan yang semakin tinggi. Ia mengingatkan agar pemuda tidak mudah membandingkan diri dengan orang lain, terutama melalui media sosial.
“Yang penting bagi anak muda adalah jangan berhenti belajar, jangan takut mencoba, dan jangan mudah merasa tertinggal. Kita tidak harus langsung hebat, tetapi kita harus punya kemauan untuk terus berkembang,” pungkasnya. (may)

















