Surakarta (Humas) – Gema Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta bekerja sama dengan SD Negeri 16 Mangkubumen Surakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kerukunan Antarumat Beragama (9/1/2026). Sebagai upaya menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan saling menghormati sejak usia dini, kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para penyuluh lintas agama, termasuk penyuluh agama Buddha dan Hindu, untuk berperan aktif dalam membumikan pesan kerukunan di lingkungan pendidikan dasar.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan enam agama yang ada di Indonesia, yakni Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, Katolik, dan Kristen. Kehadiran para tokoh lintas agama ini mencerminkan semangat kebhinekaan yang terus dirawat di Kota Surakarta. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan yang sarat dengan nilai persaudaraan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap perbedaan keyakinan.

Dalam kegiatan ini, Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Surakarta, Subha Ariya Sena, menekankan pentingnya pengenalan konsep kerukunan sejak dini. Ia menyampaikan bahwa tidak semua anak memahami makna kerukunan dan bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui kegiatan Gema FKUB ini, anak-anak khususnya siswa SD Negeri 16 Mangkubumen dapat memperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang arti hidup rukun dan bagaimana menerapkannya bersama teman-teman yang berbeda keyakinan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Surakarta, Nunik Wahyuni, menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara damai. Dalam penyampaiannya, Nunik menanamkan nilai persaudaraan universal kepada para siswa. “Walaupun kita berbeda, kita tetap bersaudara. Toleransi mengajarkan kita kebersamaan, saling menghargai, dan mau menerima satu sama lain sebagai sesama umat manusia,” tuturnya.
Materi kerukunan yang disampaikan Gema FKUB dikemas secara komunikatif dan interaktif, disesuaikan dengan usia anak-anak sekolah dasar. Para siswa diajak memahami bahwa perbedaan agama, suku, dan budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Melalui pendekatan ini, nilai-nilai toleransi diharapkan dapat tertanam kuat dan menjadi bagian dari karakter siswa.
Pihak SD Negeri 16 Mangkubumen menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan mengapresiasi peran Gema FKUB beserta para penyuluh agama lintas iman. Kegiatan ini dinilai memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter siswa yang toleran, saling menghormati, dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. Melalui Sosialisasi Kerukunan Antarumat Beragama ini, Gema FKUB Kota Surakarta bersama para penyuluh agama berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi agen perdamaian dan penjaga kerukunan. Nilai-nilai toleransi yang ditanamkan sejak dini diharapkan terus berkembang hingga dewasa, guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di Kota Surakarta. (sbh/my)



















