Surakarta (Humas) – Usai dilaksanakan kegiatan kerjasama Kementeriaan Agama dan Masjid Zayyed Solo, dan intansi lainnya bertajuk Itsbat Nikah Terpadu dan Zayyed Mantu. Puncak acara pada malam harinya, Pengajian Akbar juga Penyerahan Dokumen Akta Nikah dilaksanakan di Main Prayer Masjid Raya Sheikh Zayyed Solo (2/12/2025).
Tamu Kehormatan hadir diantaranya Presiden RI ke 7, Joko Widodo dan tentu saja Duta Besar UEA-Indonesia, H.E Abdullah Saleem Aldaheri. Walikota Surakarta, Respati Ardi hadir bersama jajaran FORKOMPIMDA Surakarta, serta pimpinan instansi tinggi lainnya.
Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun turut menyambut hadirnya tamu kehormatan, dan duduk bersama di Ruang VIP Masjid Zayyed sembari menikmati jamuan tamu. Disayangkan Joko Widodo hanya sempat berkunjung sejenak dan meninggalkan lokasi usai menyaksikan Tarian Tradisional UEA.
Sambutan pembuka, disampaikan oleh Direktur Masjid Raya Sheikh Zayyed Solo, Munajat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas dasar visi dan misi bersama antara Indonesia dan UEA. “Visi utamanya adalah bahwa setiap perayaan harus mendatangkan manfaat bagi masyarakat,”ujarnya.
Munajat juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Uni Emirat Arab atas dukungan mereka yang berkelanjutan dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat Solo dan sekitarnya.

Walikota Solo, Respati juga menyampaikan sambutannya dan menekankan bahwa kemitraan antar bangsa harus dibangun tidak hanya melalui diplomasi politik dan ekonomi, tetapi juga melalui ikatan nilai-nilai kemanusiaan, keagamaan, dan kebudayaan. “Hal ini mencerminkan kerja sama yang luar biasa antara Indonesia (khususnya Surakarta) dan UEA, sebuah kolaborasi yang dibangun di atas nilai-nilai moderasi, toleransi, dan kasih sayang kemanusiaan,”tuturnya.
Pidato Persahabatan disampaikan langsung oleh Duta Besar UEA-Indonesia, H.E Abdullah Saleem Aldaheri. Ia menjelaskan bahwa hubungan kedua negara telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir di bidang politik, ekonomi, budaya, dan pembangunan, mencerminkan kemitraan strategis yang teguh. “UEA dan Indonesia sedang bersiap memasuki perayaan 50 tahun hubungan diplomatik pada tahun 2026, proyek-proyek utama serta indikator ekonomi dan investasi menunjukkan kemajuan menonjol yang manfaat nyatanya dirasakan oleh masyarakat kedua belah pihak,”ujarnya.
Abdullah Saleem juga menyampaikan rasa bangganya atas hadirnya Rumah Sakit Kardiologi Emirat Arab-Indonesia sebagai aset strategis yang menyumbang signifikan bagi kemajuan layanan kesehatan Indonesia dengan teknologi tinggi dan standar internasional tertinggi. “Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya atas dukungan dan fasilitasi administrasi yang memungkinkan penyelesaian proyek penting ini,”jelasnya.
Sesi Mauidhoh Hasanah, disampaikan dari MUI Pusat, KH. Zulfa Mustofa. Ia mengajak agar kedua negara sepakat untuk terus menyebarkan Al-Wasatiyah (moderasi). Ia menekankan bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia mengikuti manhaj Ahlusunah Wal Jamaah, yang merupakan manhaj yang moderat.
Zulfa juga menekankan bahwa kekayaan atau kemiskinan itu tidak sepenting Iman. “Apa artinya sebuah negara atau kota menjadi maju dan makmur secara fisik, tapi masyarakatnya jauh dari masjid, saling membenci, atau bahkan saling membunuh hanya karena berbeda agama, partai, atau organisasi?,”tegasnya.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW, bahwa yang dikhawatirkan Nabi bukanlah kemiskinan, melainkan ketika umatnya diberi banyak harta sehingga mereka saling berlomba mengejar dunia dan melupakan akhirat.
Menutup tausiyahnya dengan mengutip lagu Indonesia Raya, yang dalam liriknya terdapat “Bangunlah jiwanya, bangunlah raganya”, menekankan bahwa kekuatan spiritual (ruhiah) harus mendahului kekuatan materi.
Inti acara berikutnya, yaitu penyerahan dokumen dimulai dari pasangan itsbat nikah, menerima dokumen dari Pengadilan Agama, Kepala Kemenag Kota Surakarta, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta.
Sedangkan pasangan Zayed Mantu, penyerahan dokumen Akta Nikah diserahkan langsung oleh Duta Besar UEA-Indonesia,H.E Abdullah Saleem Aldaheri.
Tepuk tangan meriah menutup acara puncak malam itu. Acara diakhiri dengan doa, dipimpin oleh Imam Masjid Raya Sheikh Zayyed, KH. Ibrahim Asfari. (may)



















