Surakarta (Humas) – Penguatan Program Prioritas Kementerian Agama, khususnya Layanan Keagamaan Berdampak, menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Koordinasi Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Soloraya yang digelar di Klaten, Selasa (27/10/2026). Menindaklanjuti arah kebijakan tersebut, Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menyatakan dukungan terhadap rencana pelaksanaan program Bimas Islam Mantu yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI pada awal Desember 2026 di Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta.
Program Bimas Islam Mantu direncanakan menyasar 100 pasangan yang akan melaksanakan pernikahan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kehadiran Kementerian Agama dalam menjawab kebutuhan umat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik dan mendukung penuh rencana pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Bimas Islam Mantu sejalan dengan komitmen Kementerian Agama untuk menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada urusan administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kemenag Surakarta menyambut baik dan mendukung penuh rencana kegiatan MANTU yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI pada bulan Desember 2026 di Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta,” ungkap Ahmad Ulin Nur Hafsun.
Ia menambahkan bahwa program tersebut mencerminkan implementasi Program Prioritas Kementerian Agama, khususnya Layanan Keagamaan Berdampak, yang mengedepankan pelayanan berkualitas, mudah diakses, serta manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Kegiatan Bimas Islam Mantu ini menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan Program Prioritas Kementerian Agama, khususnya Layanan Keagamaan Berdampak, yang menekankan bahwa setiap program dan pelayanan Kementerian Agama harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” lanjutnya.
Rencana pelaksanaan Bimas Islam Mantu di Surakarta merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan di Masjid Agung Jawa Tengah pada Oktober 2026. Penyelenggaraan kegiatan di Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan keagamaan sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan terkait pernikahan.
Melalui program ini, Kemenag Kota Surakarta berkomitmen mendukung kebijakan Kementerian Agama dalam mewujudkan pelayanan publik yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting untuk memastikan program prioritas tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi umat.
Dukungan terhadap Bimas Islam Mantu menjadi salah satu wujud komitmen Kemenag Kota Surakarta dalam mengimplementasikan semangat Layanan Keagamaan Berdampak, sehingga kehadiran Kementerian Agama semakin dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang nyata, berkualitas, dan berkelanjutan (Za)
KUA Laweyan Bekali 28 Santriwati Pondok Pesantren Muttaqien tentang Kesiapan Menikah
Surakarta (Humas) – Sebanyak 28 santriwati Pondok Pesantren Muttaqien mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang diselenggarakan oleh Kantor...
Selanjutnya



















