Kota Surakarta (Humas) – Usai seremonial Kolaborasi Program Penguatan Ekonomi Umat (PEU), Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta melanjutkan kegiatan Kamis (27/08/2026) pagi, pekan keempat Agustus ini dengan kerja bakti penanaman bibit sayuran dengan memanfaatkan gallon bekas. Mengusung semangat ekoteologi, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai spiritual bahwa merawat alam adalah bagian dari ibadah.
Pelaksanaan kerja bakti dibagi menjadi tiga titik lokasi guna memaksimalkan hasil. Di titik pertama, para peserta fokus pada penyiapan media tanam dengan mengolah tanah agar subur dan siap digunakan. Sementara di titik kedua, dilakukan proses melubangi galon bekas sebagai tempat menanam yang inovatif, menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang daur ulang.

“Ekoteologi harus dieksekusi lewat Tindakan atau perilaku nyata. Jadi tidak berupa wacana,” ujar Penyelenggara Zakat dan Wakaf Arif Ansori selaku Penanggung Jawab (PJ) kerja bakti di sela-sela kegiatan.
Kegiatan inti berlanjut pada penanaman bibit sayuran, yaitu terong dan cabai, yang dilakukan dengan penuh semangat oleh seluruh pegawai. Lebih dari 50 bibit berhasil ditanam pada media yang telah disediakan, menandai langkah konkret dalam menghijaukan lingkungan dan mendukung ketahanan pangan mandiri. Penanaman ini juga sejalan dengan arahan Kementerian Agama yang terus memperkuat program ekoteologi melalui aksi-aksi sederhana namun berdampak luas.

Selain menanam bibit baru, ternyata ada satu pohon terong hijau yang siap dipetik buahnya. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bagus Sigit Setiawan, Pengawas Madrasah Sarkin dan Arif Ansori berkesempatan memetik terong hijau. Berlangsung hingga pukul 09.45 WIB ini, kerja bakti kali ini berhasil menanam lebih dari 50 bibit tanaman yang terdiri dari terong dan cabai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program ekoteologi di lingkungan Kankemenag Kota Surakarta tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghasilkan manfaat yang memang ada wujudnya.
Dengan semangat gotong royong dan nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga lain dalam mengintegrasikan ibadah dengan pelestarian alam. Semangat ekoteologi yang digaungkan hari ini sejalan dengan misi besar Kementerian Agama untuk menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari perilaku sehari-hari umat. (rmd)



















