Kota Surakarta (Humas) – Rabu (26/11/2025), bertempat di Graha Saba Buana, Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-XXVIII Program Sarjana, Magister, dan Doktor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta Tahun Akademik 2025/2026, yang digabungkan dengan prosesi Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. A. Dardiri Hasyim, S.H., M.H telah dilaksanakan. Sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi keagamaan, Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta diwakili oleh Pengawas Madrasah Sri Hartati, hadir secara langsung dalam acara tersebut bersama dengan tamu undangan Guru Besar lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Sahal Abidin, melaporkan bahwa wisuda periode ini meluluskan sebanyak 271 mahasiswa dari jenjang Doktor, Magister, dan Sarjana, yang tersebar di Fakultas Agama Islam, Ekonomi, Hukum, dan Teknik. Capaian kumulatif ini menambah khazanah keilmuan nasional, di mana jumlah alumni UNU Surakarta hingga periode ke 28 telah mencapai 6.671 orang.
Acara puncak kemudian dilanjutkan dengan Pengukuhan Guru Besar yang disematkan kepada Prof. Dr. Drs. H. A. Dardiri Hasyim, S.H., M.H. Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Geneologi Nilai HAM dalam Keluarga: Menelusuri Jejak Piagam Madinah, Deklarasi Kairo, dan CRC sebagai Landasan Teoritis Kritik Terhadap Implementasi Undang-Undang 39/1999 tentang HAM,” beliau mengkritik pendekatan fragmentasi dalam analisis instrumen HAM.

Ia mengusulkan suatu kerangka integratif yang menyinergikan nilai-nilai dari Piagam Madinah yang berbasis komunitas, Deklarasi Kairo yang berlandaskan syariah, dan Konvensi Hak Anak (CRC) yang berorientasi pada hak individual. Sintesis nilai-nilai dari berbagai periode peradaban ini diajukan sebagai landasan teoritis untuk mengkritisi implementasi UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM di Indonesia.
Rekomendasi utama yang disampaikan dalam orasi tersebut adalah perlunya revisi terhadap UU No. 39 Tahun 1999 untuk memasukkan perspektif hak individual yang lebih inklusif, dengan menegaskan urgensi “hak untuk didengar” (the right to be heard) sebagai hak mendasar. Beliau menegaskan bahwa porak-porandanya kehidupan rumah tangga seringkali berawal dari ketiadaan budaya saling mendengar, yang pada akhirnya mengikis nilai sakinah, mawaddah, warahmah.
Dalam sambutannya menutup acara, Rektor UNU Kota Surakarta, Mufrad Teguh Mulyo berpesan kepada para wisudawan bahwa gelar yang diperoleh bukanlah titik akhir, melainkan awal perjalanan untuk mengimplementasikan ilmu demi kemaslahatan umat. Beliau menggarisbawahi bahwa di era teknologi, pembeda utama manusia dengan mesin adalah nilai moral, karakter, dan kejujuran intelektual, sehingga para lulusan diharapkan menjadi generasi yang cerdas, beretika, berakhlakul karimah, dan berjiwa sosial.

Kepada Guru Besar yang dikukuhkan, Mufrad Teguh Mulyo menyampaikan amanah bahwa gelar tersebut adalah pelita nilai dan pengetahuan. “Kami berharap, Prof. Dardiri Hasyim dapat memperkuat ekosistem akademik UNU yang berkarakter ahlusunah wal jamaah. Aamiin, aamiin, Ya Rabbal’alamin,” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari LLDikti Wilayah 6, Kopertais Wilayah 10, dan Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Surakarta (Yapertinus), menunjukkan dukungan penuh ekosistem pendidikan tinggi.
Kehadiran perwakilan Kementerian Agama Kota Surakarta dalam acara ini merupakan wujud nyata sinergi dan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkarakter. Melalui momentum ini, diharapkan kolaborasi antara Kementerian Agama dan UNU Surakarta dapat terus ditingkatkan, khususnya dalam menyebarluaskan pemikiran-pemikiran konstruktif, seperti yang disampaikan oleh Guru Besar baru, untuk kemaslahatan bangsa dan negara.
Mewakili Kankemenag Kota Surakarta yang hadir dalam acara tersebut, Sri Hartati menyampaikan apresiasi kepada Guru Besar yang dikukuhkan dan ucapan selamat kepada wisudawan/ wisudawati UNU Surakarta.
“Selamat kepada Prof. Dr. Drs. H. A. Dardiri Hasyim, S.H., M. H atas pengukuhannya menjadi Guru Besar di UNU Surakarta. Prof. Dardiri adalah sosok yang Inspiratif. Menjelang usia senja, dedikasinya untuk bidang pendidikkan tak pernah padam. Ini menjadi motivasi buat kami, untuk selalu belajar dan memberikan yang terbaik buat masyarakat, bangsa dan negara,” ucap Sri Hartati.
Sri Hartati menambahkan bahwa keberadaan kampus UNU Kota Surakarta telah diterima dan dipercaya penuh oleh masyarakat Kota Surakarta. Ia juga berharap, UNU mampu mencetak lebih banyak lagi Guru-Guru Besar yang membawa nama harum almamater dan memberikan kontirbusi nyata bagi Kota Surakarta. (rmd)





















