Surakarta (Humas) – Sebanyak 28 santriwati Pondok Pesantren Muttaqien mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jumat (23/10/2026). Bertempat di Aula Pondok Pesantren Muttaqien, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, kegiatan ini bertujuan membekali remaja dengan pengetahuan dan pemahaman mengenai kesiapan membangun kehidupan pernikahan.
Kepala KUA Kecamatan Laweyan, Miftah Arif Budi Kusumo, dalam sambutannya menekankan pentingnya memberikan pembekalan kepada remaja agar memiliki pemahaman yang memadai sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
“Bimbingan Remaja Usia Nikah ini menjadi salah satu upaya untuk membekali para santriwati dengan pemahaman yang benar tentang kehidupan pernikahan. Menikah membutuhkan kesiapan mental, emosional, spiritual, serta tanggung jawab dalam membangun rumah tangga. ” ujarnya.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, para santriwati semakin memahami pentingnya mempersiapkan diri sejak dini agar kelak mampu membangun keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan rahmah,” lanjutnya
Kegiatan ini diikuti oleh 28 santriwati dan dihadiri Ketua Yayasan, para penghulu, serta penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Laweyan. Bimbingan dilaksanakan melalui penyampaian materi edukatif yang berfokus pada penguatan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mempersiapkan kehidupan pernikahan.
Materi yang diberikan meliputi pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam keluarga, dinamika kehidupan rumah tangga, pentingnya membangun komunikasi yang sehat, serta cara menyikapi permasalahan keluarga secara bijaksana. Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani sebagai bagian dari persiapan membangun keluarga yang berkualitas.
Pernikahan merupakan fase kehidupan yang membutuhkan kesiapan dan tanggung jawab dari kedua belah pihak. Oleh karena itu, pembekalan sejak remaja menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kesadaran mengenai makna pernikahan, pentingnya kematangan diri, serta upaya membangun dan menjaga ketahanan keluarga.
Melalui kegiatan BRUN, KUA Kecamatan Laweyan berharap para santriwati memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum menikah. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam mengambil keputusan secara bijaksana serta membangun kehidupan berkeluarga yang sehat dan harmonis di masa mendatang.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KUA Kecamatan Laweyan dalam memperkuat pembinaan keagamaan bagi generasi muda. Dengan memberikan edukasi sejak dini, diharapkan tumbuh generasi yang memiliki pemahaman agama, kematangan diri, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.(Za)
Kemenag Surakarta Dukung OMATIQ 2026, Dorong Anak Yatim dan Dhuafa Raih Prestasi
Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa melalui penyelenggaraan...
Selanjutnya

















