Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa melalui penyelenggaraan Olimpiade Matematika dan Al-Qur’an (OMATIQ) 2026 yang digelar Yatim Mandiri Surakarta di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Building Future Innovator ini diikuti oleh 47 peserta dari kalangan anak yatim, piatu, yatim piatu, dan dhuafa binaan Yatim Mandiri se-Solo Raya. Para peserta yang berasal dari kelas 4 hingga 6 SD/MI sederajat tersebut berkompetisi dalam dua bidang, yakni matematika dan Al-Qur’an.
Hadir mewakili Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Arif Ansori, menyampaikan apresiasi kepada Yatim Mandiri atas komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan pendidikan yang berkelanjutan bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas. Oleh karena itu, kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi perlu diberikan kepada seluruh anak tanpa terkecuali.“Kami mengapresiasi konsistensi Yatim Mandiri dalam mendampingi anak-anak yatim dan dhuafa melalui berbagai program pendidikan, mulai dari matematika, pembelajaran Al-Qur’an, hingga pembinaan di bidang lainnya. Kegiatan seperti OMATIQ ini menjadi ruang yang positif bagi anak-anak untuk mengenali potensi diri, meningkatkan kemampuan, dan membangun kepercayaan diri dalam meraih prestasi,” ujar Arif.
Ia menambahkan, perpaduan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembelajaran Al-Qur’an merupakan langkah penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki landasan nilai keagamaan yang kuat.
“Kami berharap anak-anak terus memiliki semangat untuk belajar, berani berkompetisi, dan tidak pernah merasa rendah diri dalam meraih cita-cita. Setiap anak memiliki potensi yang perlu didukung dan dikembangkan. Kementerian Agama mendukung berbagai ikhtiar positif yang membuka kesempatan bagi anak-anak yatim dan dhuafa untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Dukungan terhadap penyelenggaraan OMATIQ 2026 juga disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Kota Surakarta, Riyani Wahyu Utami, Kepala Subbagian Kesejahteraan Sosial dan Masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan, tetapi juga sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Surakarta.
Melalui tema Building Future Innovator, ia berharap anak-anak yatim dan dhuafa mendapatkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensi, meraih keberhasilan, serta tumbuh menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Dalam kompetisi tersebut, sejumlah peserta berhasil meraih prestasi pada masing-masing bidang lomba. Pada kategori matematika, lima peserta terbaik secara berurutan adalah Rosa Atiria, Farasha Naya Aqila, Kayla Arfi Nur Hidaya, Calista Damara Nur Istiqomah, dan Akhifa Nayla.
Sementara itu, pada kategori Al-Qur’an, lima peserta terbaik diraih oleh Nur Afni Binatutsalas, Hamidah Sinta Karoni Utami, Ghania Kyarra Pramesti, Khanza Kiyosaki Priyambodo, dan Elvira Dwi Octavyana.
Para peraih juara pertama pada masing-masing kategori berkesempatan mewakili daerah di tingkat nasional. Kesempatan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan mengembangkan potensi diri.
Penyelenggaraan OMATIQ 2026 menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam menghadirkan ruang belajar dan berprestasi yang inklusif bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Melalui dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama Kota Surakarta, diharapkan semakin banyak anak memperoleh kesempatan untuk berkembang, meraih cita-cita, dan menjadi generasi penerus bangsa yang unggul. (Za)
KUA Laweyan Bekali 28 Santriwati Pondok Pesantren Muttaqien tentang Kesiapan Menikah
Surakarta (Humas) – Sebanyak 28 santriwati Pondok Pesantren Muttaqien mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang diselenggarakan oleh Kantor...
Selanjutnya


















