Kota Surakarta (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan terpilih sebagai sekolah percontohan dalam implementasi empat Pilar Akademi Keluarga Indonesia. Langkah ini menjadi strategi untuk memperkuat pendidikan karakter dan membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, serta peduli terhadap keluarga dan lingkungan. Kepercayaan tersebut ditandai dengan diterimanya undangan kepada Kepala MAN 1 Surakarta, Ahmad Wardimin, yang kemudian hadir bersama dua siswa Generasi Berencana (GENRE), Muhammad Azzam dan Maisa Adhwaa Miskia, untuk mengikuti kegiatan Akademi Keluarga Indonesia tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Jakarta Pusat, pada Selasa–Jumat (27–30/10/2026). Partisipasi ini menjadi momentum penting bagi madrasah di bawah payung Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta untuk memperkuat integrasi nilai-nilai pembangunan keluarga dalam pendidikan sehari-hari.
Ahmad Wardimin menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasah yang dipimpinnya. “Kami bersyukur dan bangga karena MAN 1 Surakarta mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam Akademi Keluarga Indonesia. Ini merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus membangun kesadaran bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi masa depan,” ungkap Ahmad Wardimin. Menurutnya, implementasi Akademi Keluarga Indonesia tidak dirancang sebagai mata pelajaran baru yang menambah beban belajar siswa. Nilai-nilainya akan diintegrasikan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, budaya satuan pendidikan, serta penguatan peran keluarga dan komunitas.
“Pendidikan karakter akan lebih bermakna ketika nilai-nilainya tidak hanya disampaikan di ruang kelas, tetapi juga dipraktikkan melalui budaya madrasah, kegiatan siswa, dan keterlibatan keluarga. Kami berharap implementasi ini memberikan dampak nyata bagi seluruh warga MAN 1 Surakarta,” tambah Ahmad Wardimin.
Komitmen tersebut sejalan dengan layanan pendidikan keagamaan di bawah payung Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta yang menekankan pembinaan karakter sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Kami mengapresiasi terpilihnya MAN 1 Surakarta sebagai sekolah percontohan Akademi Keluarga Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa madrasah di bawah Kemenag Kota Surakarta mampu menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter dan kepedulian terhadap keluarga serta lingkungan,” ujar Ahmad Ulin Nur Hafsun.

Momentum keikutsertaan MAN 1 Surakarta dalam kegiatan nasional tersebut semakin bermakna dengan hadirnya Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, yang merupakan alumni MAN 1 Surakarta tahun 1994. Dalam pesannya kepada Muhammad Azzam dan Maisa Adhwaa Miskia, Wihaji mendorong kedua siswa tersebut untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan di lingkungan madrasah.
“Sangat penting untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang ekoteologi, memperkuat nilai-nilai karakter, serta membangun perilaku positif di kalangan teman sebaya,” ujar Wihaji.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda bukan sekadar penerima pendidikan, melainkan juga dapat menjadi penggerak perubahan melalui keteladanan, kepedulian terhadap lingkungan, dan interaksi positif dengan teman sebaya.
Bagi MAN 1 Surakarta, pesan dari Wihaji memiliki makna tersendiri. Kehadiran seorang alumni yang kini mengemban amanah di tingkat nasional menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk terus mengembangkan potensi, menjaga karakter, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Terpilihnya MAN 1 Surakarta sebagai sekolah percontohan diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara madrasah, keluarga, dan komunitas. Pendidikan pun tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang bertanggung jawab, berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki kesadaran menjaga lingkungan.
Melalui integrasi nilai-nilai Akademi Keluarga Indonesia, MAN 1 Surakarta berkomitmen menjadikan pendidikan karakter sebagai bagian dari keseharian warga madrasah. Kegiatan belajar, aktivitas organisasi siswa, budaya positif, serta dukungan keluarga diharapkan saling melengkapi dalam membentuk generasi yang berkualitas. Kepercayaan di tingkat nasional ini sekaligus menjadi tantangan bagi MAN 1 Surakarta untuk menghadirkan praktik pendidikan yang inspiratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh warga madrasah dan keluarga, langkah tersebut diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pendidikan dan pembangunan generasi Indonesia.

Sebagai sekolah percontohan, MAN 1 Surakarta diharapkan mampu menjadi teladan bagi madrasah lain dalam mengintegrasikan pendidikan keluarga ke dalam ekosistem pembelajaran. Capaian ini memperkuat posisi madrasah di bawah payung Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada penguatan akademik dan keagamaan, tetapi juga pada pembinaan karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran lingkungan. Dengan demikian, pendidikan di madrasah tumbuh sebagai satu kesatuan yang utuh antara ilmu, iman, dan amal dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, keberhasilan implementasi Akademi Keluarga Indonesia di MAN 1 Surakarta akan menjadi indikator penting bagi penguatan pendidikan karakter berbasis keluarga di lingkungan Kementerian Agama. Dukungan dari kepala madrasah, guru, siswa, keluarga, dan komunitas menjadi kunci agar nilai-nilai yang dikembangkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar membudaya. Melalui langkah ini, MAN 1 Surakarta berharap dapat terus berkontribusi dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap keluarga, sesama, dan lingkungan. (rsd/rmd)





















