Surakarta (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, bersama Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS), Encep Moh Ilham, melaksanakan monitoring dan pendampingan terhadap kontingen Kota Surakarta dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Tegal, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan monitoring dan pendampingan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan, motivasi, serta semangat kepada para santri madrasah diniyah yang mewakili Kota Surakarta dalam kompetisi tingkat provinsi. Sebanyak 18 peserta yang dikirim oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Surakarta mengikuti berbagai cabang perlombaan dalam ajang tersebut.
Kehadiran jajaran pimpinan Kementerian Agama Kota Surakarta menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap pengembangan potensi santri madrasah diniyah, baik dalam bidang keagamaan, akademik, seni, maupun olahraga.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Ulin Nur Hafsun menyampaikan apresiasi kepada FKDT Kota Surakarta yang telah mempersiapkan dan mengirimkan 18 peserta terbaik untuk berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Surakarta yang telah mengirimkan 18 peserta terbaik dari kalangan santri madrasah diniyah,” ungkap Ulin.
Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, disiplin, dan percaya diri, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan sportivitas. Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah kompetisi tidak semata-mata diukur dari kemenangan, tetapi juga dari proses pembelajaran, pengalaman, dan karakter yang terbentuk selama mengikuti perlombaan.
“Kami berharap seluruh peserta dari Kota Surakarta dapat mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, disiplin, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Raihlah prestasi terbaik, tetapi jangan pernah melupakan adab, akhlak, dan persaudaraan. Menang adalah kebanggaan, tetapi proses belajar, pengalaman, dan karakter yang terbentuk merupakan bekal yang jauh lebih berharga,” tuturnya.
Ulin juga menyampaikan penghargaan kepada FKDT Kota Surakarta, para ustaz dan ustazah, pengelola madrasah diniyah, serta orang tua yang selama ini memberikan pendampingan dan dukungan terhadap pendidikan para santri. Ia menilai kolaborasi seluruh pihak tersebut memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, sehat, kreatif, dan berdaya saing.
“Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan dalam melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, sehat, kreatif, dan berdaya saing. Semoga keikutsertaan kontingen Kota Surakarta dalam PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Tengah ini membawa hasil yang membanggakan, mempererat ukhuwah antarsantri, dan semakin menguatkan eksistensi madrasah diniyah sebagai bagian penting dalam pembangunan pendidikan keagamaan di Indonesia,” lanjutnya.
PORSADIN merupakan ajang strategis bagi santri madrasah diniyah untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan bakat di berbagai bidang. Tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama dan pembentukan akhlak, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para santri untuk berkompetisi dalam bidang akademik, seni Islami, keterampilan berbahasa, dan olahraga.
Beragam cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Tahfidh Juz Amma, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), cerdas cermat, pidato bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Jawa, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), kaligrafi, puisi Islami, bulu tangkis, tenis meja, serta lari.
Melalui berbagai cabang tersebut, para santri memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, mengembangkan kreativitas, serta belajar menghargai lawan dan menjunjung tinggi sportivitas.
Kementerian Agama Kota Surakarta berharap keikutsertaan 18 santri dalam PORSADIN VIII tingkat Provinsi Jawa Tengah dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan prestasi. Dukungan terhadap madrasah diniyah diharapkan semakin memperkuat perannya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter yang kuat.
“Selamat berjuang untuk seluruh kontingen PORSADIN Kota Surakarta. Tunjukkan bahwa santri madrasah diniyah mampu berprestasi, berakhlak mulia, dan membanggakan kota tercinta,” pungkas Ulin. (Za)


















