Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam bersama Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAKIS) menggelar penguatan Kafilah MAPSI SMA/SMK Kota Surakarta menuju Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula R. Oesman Pudjotomo pada Kamis (17/09/2026) ini diikuti hampir 80 peserta yang terdiri dari siswa dan guru pendamping, serta dihadiri oleh seluruh Kasi dan Penyelenggara di Kankemenag Kota Surakarta. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Kankemenag dalam mensukseskan bidang pendidikan agama bagi siswa di Kota Surakarta, sekaligus memfasilitasi potensi generasi muda agar mampu bersaing hingga level provinsi.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Bagus Sigit Setiawan, dalam arahannya menyampaikan evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya. Ia mencatat bahwa penampilan peserta kerap mengalami penurunan saat tampil di tingkat provinsi. Karena itu, ia menegaskan bahwa persiapan tahun ini harus benar-benar matang dan tidak boleh setengah hati.
“Kita tidak ingin mengulang pola lama. Penampilan di provinsi harus lebih baik, bahkan lebih siap dibanding saat di kota. Ini kesempatan yang sudah lama kita tunggu, jadi harus kita maksimalkan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kasi PAKIS Encep Moh. Ilham, menekankan pentingnya latihan rutin serta pematangan fisik dan mental peserta. Menurutnya, kualitas teknis saja tidak cukup jika tidak diimbangi kesiapan mental menghadapi tekanan di tingkat provinsi.
“Latihan rutin itu wajib. Fisik dan mental juga harus kita tempa. Jangan sampai sudah sampai di provinsi, tapi performanya justru turun. Kita ingin mereka bukan hanya tampil, tetapi juga meraih juara,” ungkapnya.
Dalam kegiatan persiapan tersebut, seluruh pihak yang hadir, baik dari Kankemenag maupun guru pendamping, diminta aktif memberikan masukan dan evaluasi kepada para peserta. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci perbaikan kualitas ke depan, mengingat MAPSI SMA/SMK merupakan ajang yang menuntut penguasaan materi keagamaan, seni, dan keterampilan Islami secara menyeluruh. Keterlibatan berbagai pihak juga memastikan tidak ada celah persiapan yang terlewat.
Terkait administrasi, panitia memastikan akan mengurus surat dispensasi bagi seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan ini. Hal itu disampaikan untuk memastikan para siswa tidak terbebani urusan perizinan sekolah selama mengikuti pembinaan intensif.

Bagus Sigit Setiawan juga menyampaikan pesan dari Kepala Kankemenag Kota Surakarta agar momentum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah teman dan mempererat silaturahmi. Jadikan forum ini untuk meningkatkan kemampuan diri ke tingkat yang lebih tinggi,” pesan Bagus Sigit Setiawan.
Menariknya, MAPSI SMA/SMK ini merupakan pertama kali Kota Surakarta menyelenggarakan dan berhasil lolos hingga tingkat Provinsi Jawa Tengah. Gagasan persiapan intensif ini muncul karena rekan-rekan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA/SMK sudah lebih dulu bergerak. Merasa perlu memaksimalkan potensi tersebut, Kankemenag Kota Surakarta memutuskan untuk memfasilitasi persiapan secara terstruktur, dan terlaksanalah kegiatan pada Kamis lalu.

Melalui langkah ini, Kankemenag Kota Surakarta tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator dan pendorong utama peningkatan kualitas pendidikan agama di sekolah. Dukungan terhadap kafilah MAPSI SMA/SMK diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki akhlak dan wawasan keislaman yang kuat. Dengan persiapan matang dan sinergi semua pihak, harapan meraih prestasi di tingkat provinsi pun semakin terbuka lebar. (fzn/rmd)

















