Surakarta (Humas) – Dalam rangka menyikapi sekaligus menindaklanjuti kebijakan terbaru terkait CP PAI berdasarkan Keputusan BKPDM No.020 Tahun 2026, pengurus KKG PAI Kota Surakarta berinisiasi mengadakan Workshop Analisis Capaian Pembelajaran (CP) dan merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) serta AlurTujuan Pembelajaran (ATP) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di aula Korwil II Kecamatan Jebres yang dihadiri 200 guru PAI SD Kota Surakarta pada Kamis,(30/7).
Selain menghadirkan narasumber nasional, Sihono, turut hadir Kepala Kemenag Kota Surakarta sekaligus memberikan pembinaan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Kasi PAKIS dan Pengawas PAI Kota Surakarta berkenan mendampingi kegiatan workshop.
Ketua KKG PAI Kota Surakarta selaku ketua panitia, Maksum menyampaikan laporannya bahwa kegiatan workshop tersebut diikuti oleh semua guru PAI se Kota Surakarta secara daring dan luring. Bagi guru – guru PAI yang melaksanakan secara daring sudah disediakan link youtube di group KKG PAI Kecamatan masing-masing. Sedangkan guru-guru PAI yang melaksanakan workshop secara luring dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menuntaskan kegiatan sampai menghasilkan produk modul ajar PAI sesuai CP terbaru. “Semua peserta workshop akan memperoleh sertifkat setelah meyelesaikan produk modul ajar sesuai bidang tugasnya,” tegasnya.
Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun dalam pembinaannya, menguatkan guru-guru PAI akan 2 mandat yang diembannya yaitu mandat legal berupa SK dan mandat sosial berupa kepercayaan dari institusi, murid dan orang tua murid. Lebih jauh Ulin menjelaskan posisi guru PAI setidaknya ada 4 yaitu sebagai Mualim ( mengajarkan ilmu), Murabbi ( mendampingi murid dalam mengembangkan potensinya), Muadib ( menanamkan adab) dan Mursi bagi murid-murid. “ Murid – murid kita mempunyai potensi yang harus kita damping untuk menumbuh kembangkan yaitu potensi hati, emosi,akal dan jasmani agar keempatnya tumbuh dengan baik,” jelasnya. Diharapkan pengurus KKG PAI terus berikhtiar menumbuhkan semangat dan mendampingi guru-guru PAI Kota Surakarta untuk terus meningkatkan kinerjanya.
Sebelum membuka workshop Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariatno menyampaikan pesan bahwa guru PAI hendaknya berkontribusi menguatkan karakter murid-murid agar memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sehingga kedepan mampu bertanggung jawab menyelesaikan masalah-masalah hidupnya.
Sementara itu, Kasi PAKIS Kemenag Kota Surakarta, Encep Moh Ilham juga menyampaikan informasi kedinasan terkait hasil Asesmen TBQ, pemetaan pedagogik dan professional guru-guru PAI yang masih perlu ditingkatkan. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop analisis CP, TP dan ATP serta penyusunan modul ajar yang dipandu langsung oleh narasumber nasional bidang PAI,Sihono dari Jakarta. (myt/my)











