Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta melalui Penyelenggara Kristen bekerja sama dengan Pendidik Siswa Kristen Indonesia (PERDISKI) menyelenggarakan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti, Kamis (10/7/2026), di Aula SMKN 4 Surakarta. Kegiatan ini diikuti guru Pendidikan Agama Kristen dari satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, hadir didampingi Pengawas Pendidikan Agama Kristen, Suripto. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya aparatur memahami dinamika kebijakan anggaran yang ditetapkan pemerintah pusat agar setiap program dapat berjalan selaras dengan prioritas nasional.
Ia menjelaskan bahwa penajaman dan penyesuaian anggaran merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan pemanfaatan anggaran lebih efektif dan tepat sasaran. Karena itu, setiap satuan kerja dituntut melaksanakan program secara modern, efisien, tangguh, dan siap melayani sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kita harus mampu melaksanakan program secara modern, efisien, tangguh, dan siap melayani. Anggaran yang ada harus benar-benar memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kewajiban dan hak sebagai prinsip dasar bagi setiap Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, setiap pegawai harus mengutamakan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dengan penuh integritas sebelum menuntut hak yang menjadi bagian dari pekerjaannya.
Ia mengutip sebuah pesan yang selalu diingatnya, “Apa gunanya kepintaran jika kepintaran itu tidak mampu menyelamatkan dirinya.” Menurutnya, kecerdasan harus diwujudkan melalui kebijaksanaan, integritas, serta kemampuan memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat. Ia juga mengajak seluruh peserta membangun budaya kerja yang positif, menghindari kebiasaan mengeluh, dan senantiasa bersyukur atas kesempatan untuk terus berkarya.
Dalam pembinaan tersebut, Ahmad Ulin turut memperkenalkan pendekatan SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) sebagai kerangka berpikir dalam menyusun program dan mengambil keputusan. Ia menjelaskan bahwa organisasi perlu berangkat dari kekuatan yang dimiliki, memanfaatkan setiap peluang, merumuskan tujuan yang ingin dicapai, kemudian mengarahkan seluruh upaya agar menghasilkan dampak yang nyata. Pendekatan tersebut dinilai lebih konstruktif karena berorientasi pada potensi dan masa depan.
Menutup arahannya, ia mengajak seluruh Guru Pendidikan Agama Kristen bekerja dengan motivasi yang dilandasi kasih dan pengabdian kepada Tuhan. “Ketika kita bekerja dengan kasih Tuhan sebagai landasan pelayanan, semangat untuk berkarya tidak akan dibatasi oleh materi. Hakikat pengabdian di Kementerian Agama adalah menghadirkan perubahan bagi manusia. Jika manusia menjadi lebih baik, dunia pun akan menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Secara terpisah, Ketua PERDIKSI, Ayub Joko bersyukur kegiatan terlaksana dengan baik. “Materi yang disampaikan sangat kontekstual, menambah semangat bagi kami para guru untuk lebih baik,”ujarnya. Ayub juga merespon pelayanan Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta yang berbasis digital semakin efektif dan efisien. Ia berharap prinsip pelayanan ditindak lanjuti oleh seluruh aparatur Kementerian Agama Kota Surakarta.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Penyelenggara Kristen Kementerian Agama Kota Surakarta bersama PERDISKI berharap kompetensi profesional, integritas, dan semangat pelayanan para Guru Pendidikan Agama Kristen semakin meningkat sehingga mampu menghadirkan pendidikan agama yang berkualitas serta berdampak positif bagi peserta didik dan masyarakat. (yul/my)

















