Kota Surakarta (Humas) – Kerja keras membangun budaya peduli lingkungan mulai membuahkan hasil. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta resmi menerima pelaksanaan Visitasi Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (8/7/2026) sebagai salah satu tahapan penting menuju predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut setelah Tim Adiwiyata MAN 1 Surakarta berhasil mengunggah berbagai evidence dan dokumen pendukung melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Visitasi dilaksanakan oleh Tim Penilai Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah yang terdiri atas Heni dan Prita. Kedatangan tim disambut langsung oleh Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin beserta jajaran, meliputi Tim Adiwiyata, Guru, Tenaga Kependidikan, dan perwakilan siswa.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Penilai melakukan verifikasi lapangan dengan mencocokkan evidence yang telah diunggah melalui laman SIDIA dengan implementasi nyata di lingkungan madrasah. Proses penilaian meliputi kebijakan madrasah berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif warga madrasah, hingga pengelolaan sarana dan prasarana yang mendukung pelestarian lingkungan.

Ahmad Wardimin dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa visitasi ini merupakan hasil dari komitmen dan kerja sama seluruh warga madrasah dalam membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, MAN 1 Surakarta mendapat kesempatan mengikuti tahapan visitasi Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah. Ini merupakan buah dari kerja keras seluruh warga madrasah yang selama ini bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan. Kami berharap hasil visitasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekaligus membawa MAN 1 Surakarta meraih hasil terbaik,” ungkap Ahmad Wardimin.
Sementara itu, Koordinator Tim Adiwiyata MAN 1 Surakarta Syarif Hidayatullah, menjelaskan bahwa seluruh evidence yang dikirimkan bukan sekadar kelengkapan administrasi, melainkan dokumentasi dari berbagai program nyata yang telah dilaksanakan secara konsisten.
“Semua evidence yang kami unggah merupakan hasil implementasi program Adiwiyata yang telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari warga madrasah. Visitasi ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa budaya peduli lingkungan di MAN 1 Surakarta benar-benar hidup dan dijalankan secara berkelanjutan oleh seluruh warga madrasah,” jelas Syarif Hidayatullah.

Sebagai Tim Penilai Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah, Heni menjelaskan bahwa visitasi bertujuan memastikan kesesuaian antara dokumen yang telah dikirimkan dengan kondisi riil di lapangan.
“Kami hadir untuk melakukan verifikasi secara langsung terhadap evidence yang telah diunggah. Penilaian tidak hanya melihat kelengkapan dokumen, tetapi juga memastikan bahwa seluruh program benar-benar dilaksanakan dan menjadi budaya di lingkungan madrasah,” tutur Heni.
Senada dengan Heni, Prita menegaskan bahwa keberhasilan sebuah sekolah Adiwiyata tidak hanya diukur dari fasilitas yang dimiliki, tetapi juga dari keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Yang kami nilai adalah konsistensi penerapan program Adiwiyata. Ketika budaya peduli lingkungan telah menjadi kebiasaan seluruh warga madrasah, maka itulah esensi dari program Adiwiyata yang sesungguhnya,” ungkap Prita.

Selama visitasi, tim penilai melakukan observasi di berbagai area madrasah, berdialog dengan tim adiwiyata serta meninjau berbagai inovasi lingkungan yang telah dikembangkan MAN 1 Surakarta. Suasana penilaian berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh semangat kolaborasi.
Hasil dari visitasi ini akan menjadi salah satu dasar penentuan MAN 1 Surakarta dalam Lomba Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pengumuman hasil penilaian dijadwalkan akan dilaksanakan pada Agustus 2026.
Melalui proses ini, MAN 1 Surakarta semakin meneguhkan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan pembentukan karakter, tetapi juga menjadi pelopor dalam mewujudkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Semangat Adiwiyata diharapkan terus tumbuh dan menginspirasi seluruh warga madrasah untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. (rsd/rmd)




















