Surakarta (Humas) – MTs Negeri 2 Surakarta kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Melalui Nailah Fikriyah Shofi (Kelas 9A4) sebagai penulis resensi, MTs Negeri 2 Surakarta berhasil meraih penghargaan Resensi Naskah Nusantara Terbaik Tingkat SMP/MTs/Sederajat yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Karya resensi yang memenangkan kompetisi ini berjudul “Takhta, Perjuangan, dan Pengorbanan di Tanah Jogja”, sebuah tulisan mendalam yang membedah buku sanduran Perang Jogja: Bara di Pelataran Srimanganti. Resensi tersebut tidak hanya mengulas alur sejarah, tetapi juga menonjolkan nilai budaya, strategi perjuangan rakyat, serta pengorbanan yang terjadi di Kasultanan Yogyakarta dalam mempertahankan martabat bangsa.
Menurut Nailah, proses menulis resensi ini membuatnya merasa seolah dibawa kembali pada masa penjajahan. Ia merasakan aura perjuangan para tokoh sejarah dan menemukan banyak nilai karakter yang relevan bagi generasi muda saat ini.
“Kami tidak hanya membaca sejarah, tetapi belajar dari keberaniannya. Setiap tokoh berjuang bukan hanya untuk kekuasaan, tetapi untuk harga diri bangsa,” ungkap Nailah.
Sementara itu, Firmus Ramdhan Nurachman (Kelas 9A3) sebagai videografer, mengungkapkan bahwa pembuatan video resensi menjadi tantangan tersendiri. Ia harus mengemas sejarah yang berat menjadi tontonan yang menarik bagi pelajar seusianya.
“Videografi membuat sejarah lebih hidup dan dapat dinikmati. Kami ingin orang lain merasakan suasana perjuangan Yogyakarta melalui visual,” tuturnya.
Kesuksesan ini tidak lepas dari arahan Safira Meisa Dewi, S.Pd., selaku pembimbing, serta dukungan Tim Literasi Perpustakaan Miftahun Najah MTs Negeri 2 Surakarta yang terus mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Safira menjelaskan bahwa kegiatan literasi sejarah melalui resensi tidak hanya melatih kemampuan menulis, tetapi juga memperkuat karakter pelajar.
“Sejarah adalah pelajaran hidup. Ketika siswa mampu meresensi, mereka sebenarnya sedang berpikir kritis dan membangun jati dirinya,” tegasnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa MTs Negeri 2 Surakarta konsisten dalam membangun budaya literasi yang mengutamakan kecerdasan, kreativitas, dan karakter. Melalui dukungan perpustakaan sekolah dan pembimbing profesional, siswa diberi ruang seluas-luasnya untuk berkarya secara ilmiah, kreatif, dan inovatif.
Prestasi Nailah dan Firmus menambah daftar kebanggaan madrasah sekaligus menginspirasi generasi pelajar lainnya untuk terus membaca, menulis, dan menghasilkan karya bermutu.
“Literasi bukan hanya membaca buku, tetapi ikut menuliskan sejarah,” pesan Tim Literasi Perpustakaan Miftahun Najah. (bla/my)














