Kota Surakarta (Humas) – Dalam komitmennya mengoptimalkan pemberdayaan umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan seleksi wawancara bagi 210 Calon Pendamping Mustahik Produktif Tahap II Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (18/11/2025) di Hotel Harris Solo ini dirancang untuk memilih pendamping yang mampu mendorong kemandirian ekonomi mustahik secara efektif dan berkelanjutan.
Didapuk secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab untuk mewakili, Kepala Kankemenag Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun hadir dan memberikan penguatan peran zakat yang strategis memberikan impact positif bagi umat. Selain itu, kehadiran Ahmad Ulin Nur Hafsun juga menjadi penegasan dari sinergitas yang erat terjalin antara Kemenag dan BAZNAS dalam mengawal program pemberdayaan umat yang menjadi prioritas nasional.
Dalam sambutannya, Ahmad Ulin Nur Hafsun menyitir sebuah agenda penting yang menjadi landasan program ini. “Dalam agenda breakfast meeting yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar secara virtual pagi ini, sempat dibahas upaya-upaya untuk bagaimana mencari cara agar dana umat yang di Indonesia tersedia dengan jumlah besar, mampu memberikan impact positif bagi masyarakat,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa program pendampingan mustahik bukanlah program yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari gerakan nasional yang terencana.

Lebih lanjut, ia menegaskan akan keyakinannya terhadap zakat sebagai instrumen perubahan. “Dengan instrumen zakat kita semua optimis bahwa para mustahik sebagaimana doa kita semua agar para mustahik di kemudian hari bisa menjadi muzaki, bisa menjadi sosok muslim yang produktif, yang siap memberikan manfaat bagi sesamanya,” ungkapnya. Pernyataan ini menyiratkan visi jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan, tetapi pada transformasi sosial.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah KH. Ahmad Darodji, dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan seleksi secara resmi, menekankan kedudukan strategis seorang muzaki yang taat menunaikan kewajiban zakatnya.
“Zakat itu ibarat sumur, sumur yang ketika diambil airnya, maka isinya, airnya akan keluar terus menerus dari tuk-nya. Mustahik harus kita bangkitkan menjadi muzaki,” tegasnya.
Analogi tersebut dengan gamblang menjelaskan siklus harta yang berkelanjutan dalam ekosistem zakat.

KH. Ahmad Darodji juga menekankan peran krusial para pendamping di lapangan. “Peran pendamping mustahik itu sangat penting karena membantu pengurus BAZNAS yang jumlahnya hanya enam orang itu, dalam menjangkau mustahik. Dimana para pendamping ini ditempatkan dekat dengan mustahik,” jelasnya. Keberadaan pendamping inilah yang menjadi ujung tombak sekaligus jembatan antara lembaga dan mustahik, memastikan program berjalan tepat sasaran.
Terkait capaian, beliau memaparkan hasil yang cukup signifikan. “Sampai dengan saat ini, 14.000 jiwa sudah dibantu BAZNAS dengan bantuan modal lewat pendampingan. Sebagian mustahik sudah jadi munfiq. Sebagian lagi sudah naik kelas dan menjadi muzaki. Ini yang penting juga kita kerjakan,” tuturnya. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata peningkatan taraf hidup dan perubahan status sosial-ekonomi penerima manfaat.
Lebih dari sekadar kesejahteraan materi, KH. Darodji menekankan aspek keberkahan. “Peran pendamping mustahik produktif ini bukan hanya menjadikan mustahik sejahtera, tidak kekurangan harta, kaya. Tapi bukan hanya kaya, tetapi juga harus barokah,” pesannya. Pernyataan ini mengingatkan bahwa tujuan akhir dari pemberdayaan adalah menciptakan kehidupan yang bermakna dan membawa kebaikan bagi banyak pihak.
Dari internal Kankemenag Kota Surakarta, lima orang Penyuluh Agama Islam terpilih mengikuti seleksi hari ini. Mereka adalah Mujiono, Mudloaf Tunnahar, Ridho Tri Suryono, Zaenul Falaq, dan Sodiqul Amin. Partisipasi aktif para penyuluh agama ini memperkuat peran Kankemenag Kota Surakarta tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai penyedia sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berintegritas untuk mendukung program prioritas nasional.
Menutup sambutannya, Ahmad Ulin Nur Hafsun menyampaikan pesan dan salam hormat dari Kakanwil Kemenag Jateng. Pesannya berisi nasihat agar peserta Ikhlas dan bersungguh-sungguh mengikuti seleksi. Dari keseluruhan peserta yang hadir, 70% akan lolos dan 30% akan tersisih. Bagi yang belum berhasil, diharapkan tidak berkecil hati dan tetap bersinergi untuk berkolaborasi menyukseskan program pendampingan mustahik produktif. Pesan penutup ini menegaskan semangat kolaborasi dan kebersamaan yang inklusif, di mana setiap pihak memiliki ruang untuk berkontribusi. (rmd)





















