Surakarta (Humas) – Rapat Koordinasi Penyelenggara Katolik se-Solo Raya digelar di Hotel Sarila, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh para Gara (Penyelenggara Katolik), Penyuluh, Guru, dan Staf Penyelenggara Katolik dari Kementerian Agama Kota Surakarta, Kabupaten Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Penyelenggara Katolik Kemenag Kota Surakarta, Bagus Sigit Setiawan, selaku tuan rumah. Dalam sambutannya, Bagus menyampaikan rasa bangga atas semangat kebersamaan dan koordinasi lintas daerah dalam memperkuat pelayanan umat Katolik di wilayah Solo Raya.
“Puji syukur kita dapat terus berkoordinasi agar pelayanan kepada umat semakin optimal. Tahun ini pengelolaan gaji akan dikelola secara terpusat oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, sehingga kita bisa lebih fokus memberikan layanan kepada umat. Di Solo ini banyak gereja sepuh yang menjadi saksi sejarah. Tahun lalu dalam rangka HAB kita sempat berkunjung, semoga tahun depan bisa kembali dengan konsep yang lebih kreatif dan membawa semangat baru,” ujarnya.
Bagus juga menegaskan bahwa umat Katolik merupakan umat terbesar ketiga di Indonesia, yang telah memberikan kontribusi besar terutama dalam bidang pendidikan. “Banyak sekolah Katolik yang usianya bahkan lebih tua daripada Republik Indonesia. Banyak pula tokoh pendidikan Islam yang belajar dari sistem pendidikan Katolik,” tambahnya.
Terinspirasi dari pesan Santa Teresa (Bunda Teresa), Bagus mengingatkan peserta agar selalu menanamkan nilai pengorbanan dalam pelayanan.
“Sebuah pengorbanan yang sejati harus ada harganya. Buah dari keheningan adalah doa, buah doa adalah iman, buah iman adalah kasih, buah kasih adalah layanan, dan buah layanan adalah kedamaian,” ujarnya penuh makna.
Ia juga mengajak seluruh penyelenggara Katolik untuk terus menggiatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan inspirasi dengan menghadirkan konten yang menampilkan perspektif Katolik yang damai, penuh kasih, dan menyejukkan.
Selanjutnya, rapat koordinasi dipimpin oleh Agustinus Tri Warso, Penyelenggara Katolik Kabupaten Karanganyar. Dalam arahannya, Agustinus menyampaikan bahwa fokus utama pembahasan kali ini mencakup penyusunan anggaran Katolik tahun 2026 dan persiapan perayaan Paskah tahun 2026.
Agustinus menjelaskan bahwa perayaan Paskah akan disiapkan secara kolaboratif oleh seluruh penyelenggara Katolik di Solo Raya. Ia menekankan pentingnya Paskah bukan hanya sebagai perayaan iman, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Paskah bukan sekadar seremoni liturgi, tetapi perayaan kebangkitan yang harus memancarkan semangat pelayanan dan kasih kepada sesama. Tahun depan kita rencanakan konsep Paskah bersama umat lintas paroki, dengan kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat luas,” terang Agustinus.
Rapat berjalan dengan hangat dan penuh semangat persaudaraan. Para peserta bersepakat untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan mutu pelayanan, serta menghadirkan wajah Gereja Katolik yang inklusif, melayani, dan membawa kedamaian bagi semua. (may)


















