Surakarta (Humas) – Dalam rangka memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan memperdalam semangat kerukunan antar umat beragama, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surakarta menggelar kegiatan Materi Pembelajaran dalam Rangkaian Kemah Kebangsaan di Aula Sekretariat Bersama Kota Surakarta, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan, yang menyasar generasi muda lintas agama untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Acara diikuti oleh sekitar 50 peserta dari Generasi Muda Forum Kerukunan Umat Beragama (GEMA FKUB) Kota Surakarta, yang terdiri atas perwakilan pemuda dari enam agama di Indonesia. Mereka mengikuti berbagai sesi pembelajaran, diskusi, dan refleksi tentang nilai toleransi, cinta tanah air, dan pentingnya menjaga persatuan bangsa.
Salah satu narasumber, Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kota Surakarta, Bagus Sigit Setiawan, menyampaikan materi bertema “Moderasi Beragama sebagai Pilar Kerukunan Nasional”. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki kekayaan luar biasa dalam hal suku, ras, bahasa, agama, dan adat istiadat yang harus terus dijaga.
“Dari enam agama yang diakui di Indonesia, mayoritas sekitar 86% memeluk Islam, disusul 6,9% Kristen, 2,9% Katolik, 1,7% Hindu, 0,7% Buddha, dan 0,05% Konghucu, serta saudara-saudara kita penganut kepercayaan,” tuturnya.
“Moderasi beragama bukanlah memodernkan agama, melainkan bagaimana setiap umat beragama menjalankan ajarannya dengan cara yang moderat, menghargai perbedaan, dan menjaga harmoni,” lanjutnya.

Bagus juga menegaskan pentingnya memperluas makna toleransi, bukan sekadar menghormati, tetapi juga memahami perspektif dan pengalaman keberagamaan orang lain. Ia menukil pesan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bahwa toleransi sejati lahir dari kemampuan memahami dan berempati terhadap sesama, bukan hanya berhenti pada sikap saling menghargai.
“Agama hadir sebagai katalisator kedamaian, bukan pembeda yang memecah. Semua agama mengajarkan nilai kasih, rukun, dan damai. Itulah dasar kuat membangun bangsa yang harmonis,” imbuhnya.
Selain itu, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Surakarta, Bambang Nugroho (Gage), turut mengisi materi bertajuk “Membangun Karakter Pemuda Berwawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air.”
Ia menyoroti peran penting media sosial dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Ayo, mari manfaatkan media sosial, jangan malah menjadi media sial. Gunakan untuk menyebarkan kebaikan, semangat persatuan, dan pesan toleransi,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kota Surakarta, Muhammad Nafi’ Asrori, menjelaskan secara mendalam tentang nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa.
“Pancasila bukan sekadar ideologi, tapi pedoman moral. Dalam interaksi lintas agama, etika, sopan santun, dan sikap saling menghormati harus diutamakan. Hindari ujaran kebencian dan tindakan intoleran, karena semua itu bertentangan dengan semangat Pancasila,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perdamaian dan perekat kerukunan antarumat beragama, serta menjadi generasi muda yang tidak mudah terprovokasi oleh isu perpecahan.
Bakesbangpol berharap GEMA FKUB dapat terus menjadi wadah pembinaan karakter pemuda lintas iman yang cinta damai, nasionalis, dan berjiwa Pancasila. (may)



















