Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta kembali menggelar rapat pimpinan yang rutin dilaksanakan setiap pekan pada Senin (12/1/2026). Bertempat di Ruang Rapat Lantai 2, rapat terbatas yang hanya diikuti oleh Kepala Seksi, Penyelenggara serta Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) ini, dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bagus Sigit Setiawan. Bagus Sigit Setiawan menyatakan bahwa rapat pimpinan perlu dilaksanakan apalagi di awal tahun seperti ini, rapim merupakan forum yang tepat untuk menyusun strategi-strategi agar layanan keagamaan, baik administrasi dan pendidikan keagamaan di tahun 2026, hasilnya benar-benar berdampak bagi masyarakat dan umat beragama di Kota Surakarta.
Bagus Sigit Setiawan memaparkan sejumlah agenda strategis dalam rapat tersebut. Pertama, pembahasan rotasi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk penataan strategi kantor guna mengoptimalkan layanan keagamaan dan produktivitas pegawai. Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan output kinerja JFT serta pemetaan SDM untuk mengisi jabatan struktural yang kosong, agar fungsi manajerial berjalan optimal. Selain itu, capaian DIPA harus diselaraskan dengan ASTA PROTAS Kemenag RI dengan fokus pada layanan keagamaan yang berdampak.

Untuk memperkuat koordinasi internal, Bagus Sigit Setiawan menghimbau setiap satuan kerja (satker) agar menggelar pertemuan rutin internal. Hal ini dinilai dapat mendekatkan hubungan pimpinan dan staf. Di sisi eksternal, ia menyoroti pentingnya menyusun mekanisme kolaborasi dengan mitra strategis untuk menunjang kegiatan promosi. Bagus Sigit Setiawan berharap semua upaya ini dapat ditinggalkan menjadi warisan organisasi yang baik.
“Jadi kita kalau meninggalkan legacy yang bagus itu bisa diteruskan,” ungkapnya.
Rapat juga menerima masukan dan laporan dari berbagai satker. Dari sisi Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Arif Ansori menyampaikan bahwa mereka sedang dalam proses tindak lanjut (follow up) program pemberdayaan ekonomi umat, khususnya Program Kampung Zakat di Kota Surakarta. Selain itu, Penyelenggara Zawa juga sedang menyusun draft Rencana Kerja Tahunan (RKT) Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) setelah menerima usulan program dari masing-masing seksi.
Kemudian, Kepala Seksi Bimas Islam Achmad Arifin menyampaikan permohonan arahan terkait persoalan honor petugas kebersihan Kantor Urusan Agama (KUA). Kendala yang dihadapi adalah tidak adanya lagi anggaran untuk pos tersebut dalam DIPA tahun ini, sehingga diperlukan solusi agar layanan operasional KUA tetap berjalan lancar.

Secara keseluruhan, rapim pekan ini menegaskan komitmen Kemenag Kota Surakarta untuk melakukan evaluasi dan penataan ulang organisasi secara menyeluruh. Langkah-langkah strategis yang dibahas, mulai dari penataan SDM, optimalisasi anggaran, hingga penguatan kolaborasi, diarahkan untuk satu tujuan utama yaitu, meningkatkan kualitas dan dampak layanan keagamaan bagi masyarakat.
Dengan berbagai langkah persiapan dan penajaman program di awal tahun ini, Kemenag Kota Surakarta bertekad menjadikan 2026 sebagai tahun di mana layanan keagamaan semakin terasa inklusif, efektif, dan bermakna. Dukungan serta sinergi antar seluruh unit kerja dan mitra strategis menjadi kunci untuk mewujudkan target-target tersebut. (rmd)

















