Kota Surakarta (Humas) – Dalam rangka membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga matang secara sosial emosional, Raudhatul Athfal (RA) Nurul Huda Solo secara konsisten menerapkan berbagai metode pembelajaran. Aspek dasar seperti kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan kerja sama terus diasah, tidak hanya melalui kegiatan harian di sekolah dan outing class, tetapi juga melalui keikutsertaan dalam berbagai kompetisi yang sehat. Komitmen ini kembali dibuktikan ketika para siswa berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Kids Fun Competition yang digelar di SD Mujahidin International Islamic School Surakarta.
Pada Minggu (28/9/2025) lalu, semangat kompetisi yang penuh keceriaan ditunjukkan oleh perwakilan siswa kelompok B. Dalam cabang perlombaan Tahfidz, Ananda Annaila berhasil menyabet juara 3. Tidak kalah membanggakan, dua siswa lainnya yakni Ananda Arsyhila dan Ananda Reynad, juga berhasil masuk dalam Top 10 Finalis. Prestasi dalam lomba Tahfidz ini tidak hanya sekadar tentang hafalan, tetapi juga mencerminkan pembinaan akhlak dan kedekatan dengan Al-Qur’an yang menjadi fondasi pendidikan di RA Nurul Huda Solo.

Kejayaan berlanjut pada cabang lomba English Movement Competition, di mana tim RA Nurul Huda Solo berhasil keluar sebagai juara 1 Gerak Lagu Bahasa Inggris. Kemenangan tim ini diraih melalui kerjasama solid yang diperagakan oleh Ananda Bebby, Shima, Fatimah, Sabia, dan Nasywa. Prestasi ini menunjukkan keseimbangan yang ingin dicapai oleh sekolah, dimana penguasaan sains dan bahasa asing modern berjalan selaras dengan penanaman nilai-nilai keislaman, mencetak generasi yang siap bersaing di kancah global tanpa kehilangan identitas nilai keagamaannya.
Antusiasme dan semangat juang anak-anak terpancar jelas selama mengikuti rangkaian acara kompetisi tersebut. Di balik setiap pencapaian yang diraih, terdapat sinergi yang erat dan harmonis antara sekolah dan orang tua. Dukungan dan motivasi yang tak henti dari para orang tua menjadi pilar penyemangat utama, memastikan bahwa pengalaman berlomba ini dapat dilalui oleh para siswa dengan perasaan senang, bangga, dan penuh makna, yang kelak akan menjadi memori indah dalam perjalanan tumbuh kembang mereka.
Menyikapi keberhasilan terseut, Kepala RA Nurul Huda Wulandari menekankan bahwa esensi dari partisipasi dalam ajang perlombaan jauh melampaui sekadar meraih piala.
“Ajang perlombaan ini bukan hanya untuk mencari kemenangan saja, tetapi hal yang paling utama adalah melatih anak-anak untuk lebih mandiri, percaya diri dan mampu bekerjasama. Banyak hal positif yang didapatkan anak-anak dari mengikuti ajang perlombaan, yaitu mendapat pengalaman berharga yang akan menjadi kenangan indah untuk anak-anak,” ujar Wulandari. Pernyataan Wulandari tersebut sejalan dengan visi pendidikan Islam yang menyeluruh, dimana proses tidak kalah menjadi bagian yang sama pentingnya dengan hasil.
Pencapaian ini juga tidak lepas dari atmosfer pendidikan Islam di Kota Surakarta yang terus menguat. Keberhasilan membina siswa yang unggul dalam Tahfidz dan ilmu bahasa asing, sekaligus mencerminkan efektivitas kurikulum integratif yang diterapkan. Dalam konteks yang lebih luas, hal ini turut didukung oleh peran aktif serta layanan pembinaan dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta, yang terus mendorong dan memfasilitasi lembaga-lembaga pendidikan Islam untuk meningkatkan mutu pendidikannya, baik dari segi iman dan takwa maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada akhirnya, torehan prestasi di ajang Kids Fun Competition ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang memadukan kekuatan intelektual, spiritual, dan sosial emosional akan melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman. (wln/rmd)




















