Surakarta (Humas) – Mengantisipasi dan membentengi siswa dari ancaman kejahatan di dunia maya, MTs Muhammadiyah Surakarta bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Surakarta menggelar sosialisasi penguatan karakter dan edukasi pencegahan child grooming. Kegiatan yang dilaksanakan (04/02/2026) di Kampus 1 Purwodiningratan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pola komunikasi predator anak di media sosial yang seringkali sulit dideteksi sejak dini. Kegiatan ini juga membekali siswa dengan literasi digital yang kuat agar mampu mengenali modus pelaku kejahatan child grooming.
Dalam sesi edukasi tersebut, tim dari Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PLKSAI) Dinas Sosial menekankan bahwa pelaku grooming sering kali bersembunyi dibalik profil palsu dan membangun kepercayaan korban secara perlahan melalui pujian dan hadiah digital. Para siswa diajak untuk berhati-hati dan jangan mudah percaya pada orang asing di dunia maya.
Dinas Sosial Kota Surakarta terus menggencarkan program “PLKSAI Goes to School” untuk memastikan anak-anak di kota Solo sebagai Kota Layak Anak yang aman dan responsif terhadap isu perlindungan anak.

Minuk Sri Rejeki, pemateri dari tim PLKSAI, dalam sesinya menjelaskan bahwa child grooming adalah upaya manipulatif yang dilakukan orang dewasa untuk membangun hubungan emosional dengan anak demi tujuan eksploitasi. “Kami berharap siswa mempunyai karakter yang kuat dan kritis, sehingga tidak mudah terjebak oleh orang asing didunia maya yang berujung pada eksploitasi dan pelecehan seksual,”ujarnya.
Antusias dari siswa MTs Muhammadiyah Surakarta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Fernando salah satu siswa kelas 9 smartclass menjawab pertanyaan tentang tips menghindari child grooming dan 4 siswa lain yang berhasil menjawab pertanyaan dari pemateri mendapatkan hadiah dari pemateri. “Senang sekali dapat ilmu baru yang luar biasa, semoga saya dan teman-teman terhindar dari child grooming,”tutur Fernando.

Mar’atus Sholikah Isnaini, Kepala MTs Muhammadiyah Surakarta memberikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami mengapresiasi kegiatan sosialisasi dari Dinas Sosial terkait pencegahan child grooming. Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga madrasah dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi. Madrasah berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, serta mendukung upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi dan kolaborasi lintas sector,”jelasnya. Sri Hartati, Pengawas Madrasah Kemenag pun memberikan motivasi kepada guru supaya selalu menjadi garda terdepan untuk siswanya. “Alhamdulillah siswa MTs Muhammadiyah telah diberikan edukatif tentang Child Grooming dari Dinas Sosial. Edukasi ini lebih terpusat pada guru sebagai seorang pendidik di madrasah seorang guru harus berada di garis terdepan untuk melindungi siswanya. Seorang Guru harus peka terhadap prilaku setiap anak didiknya dan selalu menciptakan lingkungan yang terbuka bagi siswa karena pelaku groming biasanya mengincar anak yang suka menyendiri atau menyepi terkadang suaranya tidak pernah didengar oleh teman-temannya,”terangnya. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dan berlangsung baik, terus dapat dijaga demi kemajuan di Dunia Pendidikan. (hfdz/my)

















