Surakarta (Humas) – Sejumlah santri putri MA Muhammadiyah Surakarta mengikuti Qur’anic Competition yang diselenggarakan oleh Ma’had ‘Aly Lembah Quran Al Amin Klaten (31/01/2026). Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi para santri untuk mengasah kemampuan, memperdalam kecintaan, serta menumbuhkan adab dalam mempelajari Al-Qur’an.
Kegiatan Qur’anic Competition secara resmi dibuka oleh Pimpinan Ma’had ‘Aly Lembah Quran Al Amin Klaten, Ustadz Zuhal Abdurrohman. Ia menegaskan bahwa kompetisi ini tidak berhenti sebatas perlombaan semata, melainkan menjadi sarana berkelanjutan dalam mendalami Al-Qur’an. “Proses belajar dan berprestasi dalam Al-Qur’an tidak melahirkan kesombongan, tetapi justru menumbuhkan kerendahan hati, akhlak mulia, dan semangat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,”ujarnya.

Adapun Qur’anic Competition kali ini mempertandingkan beberapa kategori, di antaranya hafalan Al-Qur’an juz 28–30 serta juz 1–5. Dalam ajang ini, santri putri MA Muhammadiyah Surakarta berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Dua santri sukses memboyong kejuaraan, yakni Nabila Bahir yang meraih Juara II dan Najwa Putri yang berhasil memperoleh Juara III. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata dari keseriusan pembinaan Al-Qur’an yang selama ini dilakukan di MA Muhammadiyah Surakarta.
Kepala MA Muhammadiyah Surakarta, Sumarman, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian para santri. “Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras santri, bimbingan para ustadz dan ustadzah, serta dukungan penuh dari madrasah dan orang tua,”jelasnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan dapat memotivasi santri lain untuk semakin mencintai Al-Qur’an, baik dalam hafalan, pemahaman, maupun pengamalan.
Sementara itu, Pengawas Kementerian Agama Kota Surakarta, Sri Hartati, dalam wawancara terpisah menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih santri MA Muhammadiyah Surakarta. Ia menilai bahwa keikutsertaan dan keberhasilan santri dalam ajang seperti ini menunjukkan kualitas pendidikan keagamaan yang terus berkembang serta mampu bersaing secara positif di tingkat regional.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman para juara dan pembagian hadiah kepada pemenang lomba. Suasana penuh haru dan kebahagiaan mewarnai penutupan acara, sekaligus menjadi penegas bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipelajari untuk dilombakan, tetapi untuk dihayati dan diamalkan. Dengan kompetisi ini, diharapkan semangat mencintai Al-Qur’an semakin tumbuh di kalangan generasi muda, melahirkan insan Qur’ani yang berprestasi, berakhlak mulia, dan siap memberi kontribusi terbaik bagi umat dan bangsa. (edh/my)

















