Surakarta (Humas) – Kota Solo menjadi lokasi Rapat Koordinasi Perencanaan dan Anggaran Tahun 2026 dan Pengukuhan Pengurus Kelompok Kerja Perencana Tingkat Provinsi Jawa Tengah Periode 2025-2028 (26/01/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Mercure Solo, diikuti oleh seluruh pejabat fungsional perencana di tingkat Provinsi Jawa Tengah, termasuk 5 Perencana Kemenag Kota Surakarta. Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun turut hadir mendampingi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov Jawa Tengah, Saiful Mujab.
Pengurus Pokjana Prov Jawa Tengah dikukuhkan, dengan susunan Ketua yaitu Suwarno, Perencana Madya Kemenag Kab Karanganyar, dan selanjutnya. Adapun Zaidah Rhosida, Perencana Madya Kemenag Kota Surakarta melaksanakan amanah sebagai Koordinator Wilayah Eks-Karesidenan Surakarta. Susunan Pengurus yang dikukuhkan tertuang dalam SK Kakanwil Kemenag Prov Jateng, Nomor 3032 Tahun 2025 yang telah dibacakan oleh Perencana Muda Kemenag Surakarta, Desi Rahmawati.
Usai dikukuhkan, seluruh Pengurus Pokjana membacakan Ikrar Pengurus Pokjana. Ikrar menunjukkan konsekuensi para pengurus untuk melaksanakan dan mengembangkan kompetensi bidang perencanaan.
Ketua Pokjana, Suwarno dalam laporan panitia, menyampaikan tujuan kegiatan adalah untuk melaksanakan koordinasi perencanaan dan penganggaran untuk tahun 2026, dan untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Tengah. “Acara ini sekaligus menjadi momentum pengukuhan pengurus Pokjana (Kelompok Kerja Perencana) Provinsi Jawa Tengah masa bakti 2025–2028, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian acara yang telah dimulai pada 11 September 2025,”jelasnya.

Disampaikan pula, undangan ditujukan kepada 158 peserta, dan dikarenakan adanya agenda lain, peserta yang hadir tercatat sebanyak 130 orang. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat, baik bagi individu pejabat fungsional perencana di satuan kerja (satker) masing-masing, maupun bagi organisasi dalam wadah Pokjana Jawa Tengah.
Kakanwil Kemenag Prov Jawa Tengah, Saiful Mujab menyampaikan pembinaan untuk seluruh Perencana Kemenag Prov Jawa Tengah. “Saya bersyukur atas kelancaran acara ini, pemilihan pengurus yang berjalan kondusif, karena Pokjana ini bersumber dari DIPA yaitu Daftar Iuran Para Anggota, sehingga prosesnya tidak perlu diributkan,” candanya mengawali pembinaan.
Saiful berharap pertemuan ini menghasilkan pemikiran dan program yang berdampak positif dalam memberikan layanan kepada masyarakat sesuai tugas dan fungsinya (tusi). “Saya terkesan dengan Mars Perencana yang baru saja dinyanyikan, ada lirik KERJA…KERJA… yang menekankan pada kerja keras dan kepastian layanan menjadi inspirasi bagi para pejabat perencana agar amanah yang diemban dianggap sebagai sebuah kehormatan,”ujarnya.
Saiful memberikan beberapa poin arahan penting bagi para perencana di masa depan, diantaranya Reorientasi Perencanaan yang berbeda dengan era 5 atau 10 tahun lalu yang hanya berorientasi pada penyerapan anggaran maksimal, maka perencanaan saat ini harus lebih inovatif. “Kemudian Menghindari Plagiarisme Program dimana Perencana diharapkan tidak hanya sekadar meniru atau mencontoh program-program dari tahun sebelumnya, juga Fokus pada Layanan Masyarakat upayakan orientasi program harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata,”lanjutnya.

Saiful melanjutkan dengan poin berikutnya, yaitu Penentuan Tujuan yang Jelas dimana sebelum menyusun program, perencana harus memastikan tujuan dan arahnya terlebih dahulu. Hal ini penting agar segala sesuatu menjadi terukur, termasuk siapa yang mengerjakan, bagaimana caranya, dan untuk apa program tersebut dilaksanakan. “Keselarasan Program juga perlu diperhatikan dimana perencanaan harus seirama dengan program Asta Protas dan Asta Cita, serta berpedoman pada Renstra Kementerian Agama,”tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Ahmad Ulin Nur Hafsun menyampaikan selamat dan sukses atas dikukuhkannya Pengurus Pokjana (Kelompok Kerja Perencana). “Perencana yang memiliki sifat dinamis, penuh inovasi, dan diakui secara nasional seperti yang disampaikan Pak Kakanwil, semoga terus dapat mengembangkan program sesuai Asta Protas, seperti beberapa bidang yang bisa diunggulkan meliputi ekoteologi, peningkatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan pesantren, pendidikan, hingga tata kelola kelembagaan,”pungkasnya. (may)


















