Surakarta (Humas) – Asosiasi Pendeta Indonesia (API) menyelenggarakan Perayaan Natal (12/01/2026) bertempat di GGP Roti Hidup Gandekan,Jebres, Kota Surakarta. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat harmoni di antara sesama umat Kristiani di Kota Surakarta.
Penyelenggara Kristen Kota Surakarta, Desember Darsini, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga harmoni internal umat Kristiani sebagai fondasi utama terciptanya kerukunan yang lebih luas di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa perbedaan latar belakang denominasi dan pelayanan seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Umat Kristiani perlu menjadi teladan dalam membangun komunikasi yang sehat, saling menghormati, dan bekerja sama demi kedamaian bersama di Kota Surakarta,” ujarnya.

Perayaan Natal API ini turut dihadiri oleh Daryono, perwakilan Kesbangpol Kota Surakarta, serta Joko Purnomo, Ketua DPC API Jawa Tengah. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan organisasi keagamaan tersebut mencerminkan sinergi yang baik dalam menjaga stabilitas dan kerukunan umat beragama.
Ketua DPD API Jawa Tengah, Joko Purnomo, menyampaikan bahwa Natal tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga refleksi tanggung jawab sosial para pendeta dalam membina jemaat agar berkontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat.

Acara berlangsung dengan khidmat melalui ibadah Natal, sambutan, serta persekutuan antarpendeta dan jemaat. Diharapkan, kegiatan ini semakin memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan umat Kristiani serta masyarakat Kota Surakarta secara umum.
Kementerian Agama menegaskan kehadirannya sebagai rumah bersama bagi seluruh pemeluk agama di Indonesia, dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai moderasi beragama, toleransi, dan persaudaraan kebangsaan. Sejalan dengan arahan Menteri Agama, kehadiran Kementerian Agama dalam perayaan Natal bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Kristiani yang merayakan, tetapi juga sebagai wujud nyata komitmen negara dalam melayani semua agama secara adil dan setara. Partisipasi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam keberagaman, memperkuat harmoni sosial, serta menegaskan bahwa perayaan hari besar keagamaan merupakan momentum untuk saling mendoakan, mempererat persatuan, dan menjaga Indonesia sebagai bangsa yang damai dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. (yul/my)

















