Surakarta (Humas) – Para penyuluh agama Islam se-Kota Surakarta tengah gencar melaksanakan sosialisasi Gerakan Keluarga Maslahah di berbagai tempat ; masjid, sekolah, panti, rumah pribadi dan Kantor Urusan Agama (KUA) di lima kecamatan wilayah Kota Surakarta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bimas Islam Kementerian Agama, yang meminta seluruh penyuluh untuk aktif mensosialisasikan gerakan tersebut di wilayah binaan masing-masing.
Dalam instruksi tersebut, setiap penyuluh diminta untuk membuat daftar kegiatan sosialisasi di berbagai rumah ibadah, dengan ketentuan minimal dihadiri oleh 50 jamaah. Namun, berdasarkan laporan yang diterima oleh Bimas Islam, jumlah peserta yang hadir justru melebihi kuota yang ditetapkan, menandakan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap kegiatan ini.
Selain penyampaian materi, para penyuluh juga diwajibkan membuat absensi peserta dan dokumentasi foto kegiatan sebagai bagian dari laporan pelaksanaan program.
Kegiatan sosialisasi yang dimulai awal Oktober 2025 ini dilaksanakan serentak di lima kecamatan di Kota Surakarta. Berdasarkan data yang masuk, dalam bulan Oktober ini, para penyuluh telah menjadwalkan sekitar 25 kali kegiatan sosialisasi, baik di masjid, musholla, maupun instansi pemerintah, dengan waktu pelaksanaan yang fleksibel ; pagi, siang, sore, bahkan malam hari.
Apa itu Gerakan Keluarga Maslahah ?.
Gerakan Keluarga Maslahah merupakan program nasional Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang harmonis, sejahtera, dan berdaya.
Kata maslahah sendiri bermakna kemaslahatan atau kebaikan yang membawa manfaat dan mencegah kerusakan, baik dalam aspek agama, sosial, maupun ekonomi.
Gerakan ini menyasar seluruh lapisan masyarakat, khususnya keluarga Muslim, agar memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, nilai tanggung jawab dalam rumah tangga, serta kesadaran membangun generasi yang berakhlak mulia.
Tujuan Gerakan Keluarga Maslahah
Tujuan utama gerakan ini antara lain, meningkatkan ketahanan keluarga, baik secara spiritual, emosional, maupun ekonomi. Kemudian membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran keluarga sebagai benteng moral bangsa, serta menumbuhkan keluarga harmonis dan bahagia, berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, juga untuk menguatkan peran penyuluh agama dalam pembinaan umat melalui pendekatan keluarga.
Respon masyarakat terhadap kegiatan ini terbilang positif. Banyak takmir masjid dan musholla menyambut baik kehadiran tim penyuluh dan mendukung penuh sosialisasi Gerakan Keluarga Maslahah sebagai upaya bersama membangun keluarga yang berdaya dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

Foto diatas adalah kegiatan sosialisasi Gerakan Keluarga Maslahah di Masjid An-Nuur, Kandang Sapi, Jebres – Surakarta pada Selasa (07/10/25) malam, yang dihadiri 100-an jamaah, dengan narasumber Ust. Abdus Sholeh, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Surakarta bidang Radikalisme dan Aliran Sempalan & Moderasi beragama. (sol/my)



















