Kota Surakarta (Humas) – Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surakarta kembali menyelenggarakan MPP Goes to Mall Public Service Expo di Solo Square yang akan berlangsung selama 7-10 Agustus 2025. Kegiatan bertema “Monggo Blonjo, Sisan Ngurus Dokumen lan Perijinan” ini resmi dibuka di Atrium Solo Square pada Kamis (7/8/2025) oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani.
Kepala DPMPTSP Kota Surakarta Andriyani Sasanti dalam laporannya menyampaikan bahwa Public Service Expo Tahun 2025 menghadirkan 26 booth layanan publik terintegrasi, termasuk partisipasi aktif Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta. Ia juga menambahkan bahwa expo ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang legalitas usaha.

“Legalitas perizinan adalah pondasi penting bagi pelaku UMKM dan koperasi. Dengan layanan satu pintu di MPP, prosesnya lebih efisien,” imbuhnya.
Kankemenag Kota Surakarta turut meramaikan expo dengan membuka booth layanan keagamaan, mencakup konsultasi pernikahan, sertifikasi halal, bimbingan zakat dan wakaf, serta bimbingan keagamaan untuk semua agama. Kepala Kankemenag Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, yang hadir secara langsung dalam pembukaan, menegaskan komitmen layanan yang prorakyat.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa mengakses layanan keagamaan secara mudah, terutama untuk urusan halal dan pernikahan yang seringkali membutuhkan pendampingan,” tutur Ahmad Ulin Nur Hafsun.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, hadir mewakili Wali Kota Respati Ardi dan menyampaikan apresiasi atas inisiatif DPMPTSP. “Saya pribadi dan Mas Respati atas nama Pemerintah Kota Surakarta, sangat mendukung layanan publik yang hadir dekat dengan masyarakat, seperti MPP ini. Total ada 136 layanan publik yang terintegrasi di sini, yang kami hadirkan sebagai komitmen pelayanan dengan hati,” tegas Astrid Widayani.

Usai sambutan, acara pembukaan dilanjutkan dengan penyerahan Nomor Induk Berusaha (NIB) simbolis kepada 3 pelaku UMKM dan 2 koperasi binaan Program Koperasi Merah Putih. Moment tersebut menjadi highlight pembukaan, diikuti foto bersama seluruh tamu undangan di atas panggung.
Kehadiran booth Kemenag Kota Surakarta menjadi salah satu daya tarik pengunjung, terutama bagi calon pengantin dan pelaku usaha yang membutuhkan sertifikasi halal. “Banyak masyarakat yang belum paham prosedur pernikahan atau syarat produk halal. Booth ini jadi solusi tepat,” tambah Ahmad Ulin Nur Hafsun.
Public Expo Tahun 2025 diharapkan tidak hanya mempermudah akses layanan, tetapi juga menjadi model percontohan bagi daerah lain. “Integrasi layanan publik di pusat perbelanjaan adalah terobosan yang harus diadopsi secara luas,” pungkas Astrid Widayani. (rmd)



















