Surakarta (Humas) – Bahasa Inggris bukan lagi sekadar mata pelajaran, melainkan kunci utama membuka gerbang dunia. Kesadaran inilah yang mendorong MTsN 2 Surakarta untuk terus melahirkan generasi muda yang percaya diri, berwawasan global, dan siap bersaing di level internasional.
Sebagai wujud komitmen tersebut, sebanyak 114 siswa MTsN 2 Surakarta Program Khusus, mengikuti English Camp di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, bekerja sama dengan lembaga pendidikan bahasa Inggris ternama yang berlokasi di desa Tulungrejo, Kecamatan Pare (8-21/01/2026). Kegiatan English Camp diawali dengan Pre-Test atau Placement Test untuk memetakan kemampuan awal siswa. Hasil tes ini menjadi dasar pengelompokan kelas, sehingga pembelajaran berlangsung lebih efektif, tepat sasaran, dan sesuai level kompetensi masing-masing peserta.
Program ini dikemas dalam Intensive English Program berbasis integrated learning system, yang mengombinasikan teori dan praktik secara seimbang. Selama kegiatan, siswa diasramakan dan dibiasakan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari, dengan pendampingan instruktur profesional selama 24 jam. Metode pembelajaran menggunakan Fun Learning Methods, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Suasana belajar dibuat aktif, komunikatif, dan menyenangkan, sehingga siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga mengasah keberanian, kemandirian, kedisiplinan, serta kemampuan bersosialisasi.
Lebih dari sekadar kegiatan rutin, English Camp ini telah melahirkan hasil nyata yang membanggakan di kancah internasional. Sejumlah siswa MTsN 2 Surakarta yang merupakan alumni English Camp di Pare yaitu Gathfan, Labitta, Sefia, Haifa, Rafa dan Rezga berhasil tampil percaya diri memaparkan program madrasah Adiwiyata melalui video dan unggah proposal pada ajang International Competition SEAMEO Japan pada tema “Green School Program and Organic Waste Segregation in MTsN 2 Surakarta for Realising Renewable Energy” pada November 2024.
Berkat kemampuan komunikasi bahasa Inggris mereka, para siswa tersebut berhasil meraih kemenangan dan menerima penghargaan internasional di Thailand. Prestasi gemilang ini diraih di bawah bimbingan Indah Kurniawati S.Pd.I.,M.Pd. dan Anwar Afianto, S.Pd., yang dengan konsisten membina siswa agar mampu tampil di panggung dunia.
Di tingkat kota hingga nasional, para alumni English Camp Pare juga menorehkan berbagai prestasi gemilang, di antaranya menjuarai lomba Story Telling, Speech, Spelling Bee, Singing, Creative Robot, dan Innovation Project yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga pendidikan seperti UMS, UIN RMS Surakarta, MAN 1, Al Azhar Syifa Budi, SMAN 4 Surakarta, SMA MTA, MAN 1 Semarang, dan masih banyak lagi.
Capaian ini menjadi bukti bahwa English Camp bukan sekadar pengalaman belajar, melainkan investasi masa depan yang mampu mengantarkan siswa MTsN 2 Surakarta melangkah ke level global.
English Camp berlangsung selama dua minggu, mulai 4 hingga 21 Desember 2025, bertepatan dengan masa menjelang liburan akhir semester gasal Tahun Ajaran 2025/2026, sehari setelah pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS).
Sebagai evaluasi akhir, kegiatan ditutup dengan Post-Test untuk mengukur peningkatan kemampuan bahasa Inggris siswa. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Farewell Party yang menampilkan beragam kemampuan siswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Penampilan siswa meliputi speech, reading poem, drama, choral speaking, storytelling, singing, serta berbagai kreasi menarik lainnya. Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui YouTube dan Instagram MTsN 2 Surakarta pada 20 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, sehingga dapat disaksikan oleh orang tua dan masyarakat luas.
Antusiasme orang tua terlihat sangat tinggi. Dukungan tersebut menjadi energi positif bagi para siswa untuk tampil percaya diri dan menunjukkan hasil belajar terbaik mereka.
Untuk menjaga dan menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris pasca-English Camp, madrasah menyiapkan sejumlah program tindak lanjut, antara lain English Club, English Speaking Area, English Competition, Performance Day, English Show, Hunting Tourist, serta keikutsertaan aktif siswa dalam berbagai lomba bahasa Inggris maupun lomba lain yang menggunakan bahasa Inggris saat presentasi, seperti lomba proyek inovasi, robot inovasi dan lain lain.
Melalui program-program tersebut, madrasah berharap siswa memiliki wadah untuk terus berekspresi dan menunjukkan bakatnya, sehingga kompetensi mereka di bidang bahasa Inggris semakin meningkat.
Kepala MTsN 2 Surakarta, Kirno Suwanto, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Jangan takut salah saat berbicara bahasa Inggris. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, melatih keberanian, serta membentuk karakter disiplin dan mandiri. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi masa depan kalian,” ujar Kirno Suwanto.
Pengawas Pendidikan Madrasah, Sri Hartati sangat mengapresiasi kegiatan English Camp tersebut. “Dalam English Camp, dunia sekitar adalah buku teks kita, dan keberanian mencoba adalah guru terbaik kita. Mari jadikan setiap percakapan sebagai petualangan, karena mahir berbahasa Inggris dimulai dari satu kata yang diucapkan dengan percaya diri,”tuturnya.
Salah satu peserta English Camp , Fayza Namira, mengungkapkan kesan dalam kegiatan ini. “Saya sangat menikmati belajar di Kampung Inggris Pare. Suasana belajarnya menyenangkan dan seru. Meskipun jadwalnya padat dan melelahkan, saya benar-benar happy dan ingin kembali belajar di Pare,” tuturnya penuh semangat.
Melalui English Camp ini, MTsN 2 Surakarta menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi berakhlak, berkarakter, dan berdaya saing global. Bahasa Inggris tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga jembatan prestasi menuju dunia internasional. (fi’/my)

















