Surakarta (Humas) — Upaya menanamkan nilai halal sejak usia dini terus diperkuat melalui penyelenggaraan Seminar bertema “Gaya Hidup Halal Gen-Z” (31/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan literasi halal sekaligus pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai keagamaan dan etika universal. Seminar diikuti oleh siswa, pendidik, serta tamu undangan dari berbagai unsur dan berlangsung dengan tertib serta penuh antusiasme.
Seminar ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep gaya hidup halal yang relevan dengan karakter generasi Z. Gaya hidup halal tidak hanya dipahami sebagai aspek normatif keagamaan, tetapi juga diposisikan sebagai nilai universal yang mencakup etika, kesehatan, komunikasi, hingga ekonomi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menginternalisasi nilai halal dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam perilaku pribadi, sosial, maupun akademik.
Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Agama Kota Surakarta dalam mendukung penguatan pendidikan karakter anak dan remaja, khususnya di lingkungan madrasah. Melalui berbagai program pembinaan, Kementerian Agama terus mendorong lembaga pendidikan untuk mengintegrasikan nilai keagamaan, moderasi beragama, dan pembentukan akhlak mulia dalam proses pembelajaran. Seminar ini menjadi salah satu bentuk konkret sinergi antara madrasah dan pemangku kepentingan dalam mewujudkan generasi yang beriman, berilmu, dan berkarakter.
Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang profesional yang kompeten di bidangnya. Zahra Noor Eriza, selaku Direktur SPEAKING.id Communication Training, menyampaikan pentingnya komunikasi positif dan personal branding yang berlandaskan nilai halal bagi generasi Z. Ia menekankan bahwa cara berkomunikasi yang santun dan beretika merupakan cerminan karakter diri di era digital.
Sementara itu, dr. Lana Yusria, Dokter Umum RS Muhammadiyah Demak, memaparkan keterkaitan erat antara gaya hidup halal dengan kesehatan fisik dan mental remaja. “Pola hidup yang bersih, sehat, dan sesuai prinsip halal dapat menjadi fondasi bagi tumbuh kembang generasi muda yang optimal,”tegasnya. Dari sisi ekonomi syariah, Karsono, Direktur Utama BPRS Dana Amanah Surakarta, menjelaskan peran keuangan halal dalam membentuk pola konsumsi yang bijak, aman, dan beretika sejak usia sekolah.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani yang memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penanaman nilai halal sejak dini sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda.
“Gaya hidup halal merupakan bagian dari upaya membangun generasi yang berkarakter, sehat, dan berintegritas. Nilai-nilai halal sejatinya sejalan dengan semangat kemajuan dan tuntutan generasi masa depan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, Kementerian Agama, dan masyarakat dalam membentuk generasi Z yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Kepala Madrasah, Much. Syafii dalam keterangannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari strategi madrasah dalam menanamkan nilai moral dan spiritual kepada peserta didik. “Kami berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membentuk kesadaran dan karakter siswa. Seminar Gaya Hidup Halal Gen-Z ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan yang selaras dengan nilai keislaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan dan pendampingan dari Kementerian Agama Kota Surakarta menjadi faktor penting dalam penguatan program pendidikan karakter di madrasah. Menurutnya, pendekatan kontekstual melalui seminar, diskusi, dan literasi tematik merupakan sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda di tengah tantangan zaman. (kkh/my)




















