Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta melalui Penyelenggara Katolik menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh Agama Katolik se-Jawa Tengah yang digelar di Genio Syariah Hotel pada Jumat, (21/11/2025). Kegiatan ini membahas berbagai hal strategis, antara lain Early Warning System, laporan borang dan monitoring-evaluasi dari Kanwil Kemenag Jawa Tengah, serta laporan dari pengurus penyuluh.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun; Ketua Penyuluh Agama Katolik Jawa Tengah, Didik Deniarto; Ka Subbag Tata Usaha yang juga PLT Penyelenggara Katolik, Bagus Sigit Setiawan; serta seluruh Penyuluh Agama Katolik se-Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Bagus Sigit Setiawan menekankan pentingnya kaderisasi untuk kebutuhan jabatan manajerial di lingkungan Bimas Katolik.
“Mari kita mengkader untuk jabatan manajerial bagi Bimas Katolik, terutama Penyelenggara Katolik. Jangan hanya berfokus pada jabatan fungsional terus-menerus. Moto kita itu Ikhlas Beramal Jadi Semboyan, Layani Umat Bangun Bangsa, sebagaimana tercantum dalam Mars Kementerian Agama,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Penyuluh Agama Katolik Jawa Tengah, Didik Deniarto, menekankan peran strategis penyuluh dalam mewujudkan moderasi beragama.
“Sebagai Penyuluh Agama Katolik, kita diajak menjadi pionir dalam menggerakkan moderasi beragama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, mengungkapkan makna penting peran penyuluh dalam melayani umat.
“Tugas penyuluh itu mengasyikkan karena kita berhadapan dengan makhluk hidup yang beragama dan setiap saat selalu berproses untuk berubah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa penyuluh agama harus terus meningkatkan kapasitas diri.
“Kita sebagai penyuluh harus terus belajar setiap waktu. Slogan 100% Katolik, 100% Indonesia menuntut kita untuk terus meningkatkan kemampuan karena peran kita adalah sebagai jembatan antara Gereja, rakyat, dan pemerintah,” terangnya.
Mengakhiri sambutan, Ahmad Ulin menyampaikan harapannya agar para penyuluh mampu menjaga kerukunan dan keberagaman bangsa.
“Sebagai penyuluh, kita berperan penting dalam menjaga harmonisasi dan keberagaman Indonesia,” tutupnya. Kegiatan Rakor ini diharapkan mampu memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas penyuluhan, serta memperkokoh peran penyuluh agama dalam menjaga moderasi dan kerukunan umat beragama di Jawa Tengah. (Put/Za)




















