Surakarta (Humas) – Masih dalam suasana Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Korwil II Kec Jebres dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kec Jebres menyelenggarakan Peningkatan Ketaqwaan dengan Tausiyah oleh Ustadz Kelik Gunawan Pribadi (27/01/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Balai Muhammadiyah, mengundang Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Kabid Pengembangan Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Sutarmo. Dari Kementerian Agama Kota Surakarta hadir Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun bersama Pengawas PAI, Sumiyati dan Perwakilan dari Seksi PAKIS dan KUA Jebres.
Ahmad Ulin dalam sambutannya menyampaikan pesan dari Kepala Seksi PAKIS, tentang beberapa poin penting diantaranya Meningkatkan Kebahagiaan Keluarga dimana para guru didorong untuk menjaga keharmonisan dan kebahagiaan di dalam rumah tangga mereka. “Kesejahteraan Keluarga karena peningkatan kesejahteraan guru diharapkan dapat berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan keluarga, dan kasih Sayang dalam Keluarga, ada pesan khusus diberikan kepada bapak-bapak untuk terus mencintai istri dan anak-anak, begitu pula bagi ibu-ibu untuk terus membangun rasa kasih sayang terhadap suami dan anak-anak,”jelasnya.

Ahmad Ulin menegaskan bahwa kebahagian memiliki pengaruh terhadap kualitas mengajar. “Dengan basis keluarga yang bahagia dan sejahtera, guru diyakini akan memberikan pelajaran dan pendidikan yang jauh lebih baik kepada murid-muridnya,”ujarnya.
Sebelumnya, Kabid Pengembangan Dinas Pendidikan Kota Sutarmo, menyampaikan bahwa makna Isra Mi’raj adalah tonggak sejarah penting bagi umat Islam untuk memperkuat iman, memperbanyak doa, dan memperindah akhlak. “Salat diidentifikasi sebagai pembeda utama keimanan seseorang, dan merupakan sebuah tantangan kedinasan, diakui bahwa menjaga salat tepat waktu tidaklah mudah, terutama saat sedang bertugas atau rapat, sehingga diperlukan keberanian dan komitmen yang kuat,”jelasnya.
Sutarmo berpesan guru memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengingatkan anak didik agar menjaga salat mereka.
Tausiyah disampaikan dengan sangat lugas dan jelas oleh Ustadz Kelik Gunawan Pribadi. Dengan gayanya yang humoris, mampu menarik perhatian dan fokus pada materi yang disampaikan olehnya.

Diawali dengan ajakan untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT, atas nikmat kesehatan yang diterima. “Janganlah mengukur pakaian kita sendiri, menggunakan pakaian orang lain,”ibaratnya. Syukur adalah sikap menerima dan menghargai apa yang dimiliki sesuai ukuran hidup kita sendiri, tanpa membandingkannya dengan milik orang lain. “Seperti baju, setiap orang punya ukuran yang berbeda, apa yang pas dan nyaman bagi orang lain belum tentu cocok untuk kita,”tuturnya.
Ustadz Kelik selanjutnya menekankan pada kualitas ibadah sholat. Ia berharap nilai-nilai salat dapat dipraktikkan dan dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan peningkatan ketaqwaan ini, diharapkan para guru tidak hanya semakin kokoh dalam spiritualitas pribadi, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai keteladanan, keikhlasan, dan integritas dalam setiap proses pembelajaran. Keimanan yang kuat menjadi fondasi utama bagi guru dalam mendidik, membimbing, dan membentuk karakter peserta didik, sehingga pendidikan tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga menumbuhkan akhlak mulia dan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai agama. (may)

















