Kota Surakarta (Humas) – Langkah strategis menyongsong penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan mengusung tema besar “Penguatan Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta” menggelar In-House Training (IHT) pada Selasa (27/1/2026 di Aula Lantai 4 Gedung Jenderal Soedirman. IHT yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, semakin lengkap dengan dihadiri pula jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Rifhamdhani Agam dan Pengawas Madrasah Sri Hartati. Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, membuka kegiatan dengan menekankan bahwa transformasi kurikulum harus dimulai dari kesiapan mental dan spiritual para pengajarnya.
Hadir sebagai narasumber pertama, Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Juair, memaparkan urgensi dari Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 1503 Tahun 2025 tentang Implementasi Kurikulum Madrasah. Menurutnya, regulasi terbaru ini bukan sekadar pergantian administratif, melainkan sebuah mandat bagi madrasah untuk lebih adaptif.

“KMA 1503 memberikan fleksibilitas bagi madrasah untuk berinovasi. Kita tidak ingin kurikulum hanya menjadi tumpukan kertas. MAN 1 Surakarta harus mampu menerjemahkan aturan ini ke dalam praktik pembelajaran yang kreatif dan berpusat pada siswa. Guru tidak hanya sekedar mengajar, namun yang lebih penting adalah mendidik dengan nilai-nilai positif pada siswa. Di sinilah inovasi seperti KBC menemukan relevansinya,” papar Juair.
Narasumber kedua dihadirkan dari dari Balai Diklat Keagamaan Semarang Fatma Widyastuti memberikan paparan filosofis yang mendalam mengenai KBC. Ia menegaskan bahwa identitas madrasah terletak pada kemampuannya menyentuh aspek afektif siswa.
“Ciri khusus madrasah adalah cinta. Tanpa kurikulum berbasis cinta, kegiatan belajar engajar (KBM) hanya akan berjalan biasa saja dan mekanis. KBC hadir untuk memastikan setiap interaksi di kelas memiliki makna,” tegas Fatma Widyastuti.

Lebih lanjut, ia membedah aspek Panca Cinta yang harus terefleksi dalam setiap mata pelajaran karena di dalamnya memuat pemahamam agar Cinta Diri Sendiri dan Sesama, berupa membangun karakter yang humanis dan harmonis. Dan yang terakhir Cinta Tanah Air, berupa menumbuhkan jiwa patriotisme yang moderat.
“Cinta Allah dan Rasul, artinya menanamkan nilai ketauhidan sebagai akar ilmu. Cinta Ilmu, memotivasi siswa untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Cinta Lingkungan, menumbuhkan kepedulian melalui pendekatan Ekoteologi. Di tengah maraknya isu kerusakan lingkungan yang viral, Ekoteologi menjadi solusi agar siswa tetap menjaga kelestarian alam sebagai bentuk tanggung jawab iman,” ujarnya.
Menanggapi penguatan KBC ini, salah satu guru MAN 1 Surakarta Churun Maslakhah, menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan konsep tersebut dalam proses pengajaran sehari-hari. Menurutnya, KBC memberikan panduan bagi guru untuk tidak hanya mengejar target materi, tetapi juga membangun kedekatan emosional.

“Sebagai guru, kami menyadari bahwa tantangan mendidik generasi saat ini bukan sekadar transfer pengetahuan. Pernyataan dari Ibu Fatma menjadi pengingat bagi kami bahwa mengajar harus dengan hati. Dengan KBC, kami berusaha merancang pembelajaran yang lebih humanis, di mana setiap anak merasa dihargai dan dicintai,” ungkap Churun Maslakhah.
Ia juga menambahkan bahwa aspek Panca Cinta membantu guru mengaitkan materi pelajaran dengan fenomena nyata. “Misalnya dalam isu lingkungan, melalui Ekoteologi kita bisa mengajarkan siswa bahwa merawat kebersihan kelas atau menjaga taman sekolah bukan sekadar tata tertib, tapi cerminan cinta kita pada sang pencipta,” imbuhnya.
Melalui IHT ini, MAN 1 Surakarta berkomitmen untuk memastikan semua mata pelajaran disampaikan dengan pendekatan cinta. Kepala Madrasah berharap, dengan diterapkannya KMA No. 1503 yang bersinergi dengan KBC, lulusan MAN 1 Surakarta tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat yang mampu menebar manfaat bagi sesama dan alam semesta. (rsd/rmd)


















