Kota Surakarta (Humas) – Gereja Katolik Santa Perawan Maria Regina, Purbowardayan, merayakan Tumbuk Ageng atau ulang tahun ke-64 pada Rabu, (26/11/2025). Dalam tradisi Jawa, Tumbuk Ageng merupakan perayaan istimewa yang dirayakan ketika seseorang atau sebuah lembaga memasuki usia 8 windu (64 tahun). Tahun ini, Gereja Purbowardayan yang sekaligus menjadi pusat pelayanan Gereja Katolik di Kevikepan Surakarta menandai usia istimewanya tersebut dengan rangkaian kegiatan religius dan budaya.
Selama perjalanan pelayanannya, Gereja Purbowardayan telah melahirkan tiga paroki baru, yaitu Gereja Katolik Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Palur, Gereja Katolik Santo Petrus Gemolong, dan Gereja Katolik Santo Aloysius Mojosongo. Menariknya, tepat di usia 64 tahun, Gereja Purbowardayan memiliki 64 lingkungan umat yang tersebar di wilayah timur Kota Surakarta serta barat Kabupaten Sukoharjo, dengan total umat mencapai kurang lebih 8.600 jiwa.
Rangkaian perayaan Tumbuk Ageng telah berlangsung selama beberapa bulan sebelumnya, dimulai dari berbagai lomba internal umat. Perayaan puncak ditandai dengan pelaksanaan Ekaristi yang dipimpin oleh para romo yang pernah bertugas di Paroki Purbowardayan. Kegiatan kemudian ditutup dengan pagelaran Wayang Kulit oleh dalang Ki Suranto Hadi Sucipto. Pada acara puncak tersebut turut hadir perwakilan dari Wali Kota Surakarta, jajaran Kepolisian Kota Surakarta, mantan Wali Kota Surakarta Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, serta berbagai tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, memberikan apresiasi atas perjalanan panjang Gereja Purbowardayan yang terus berperan aktif dalam membangun kehidupan umat beragama di Kota Surakarta.
“Ulang tahun ke-64 ini tentang bagaimana gereja telah menjadi ruang tumbuhnya persaudaraan, pelayanan, dan keteduhan bagi umat,” ujarnya.
Ahmad Ulin juga menekankan pentingnya sinergi antarlembaga keagamaan dalam memperkuat kerukunan di masyarakat.
“Gereja Purbowardayan telah menjadi contoh lembaga keagamaan yang mampu menciptakan harmoni, mendukung pendidikan iman, serta berkontribusi bagi pembangunan sosial kemasyarakatan. Kemenag Kota Surakarta sangat mengapresiasi peran ini.”
Di akhir pernyataannya, Ia menyampaikan doa dan harapan bagi umat.
“Semoga bertambahnya usia ini semakin menguatkan semangat pelayanan, memperkokoh persaudaraan lintas umat, dan menghadirkan berkat bagi masyarakat luas. Tuhan memberkati seluruh umat Gereja Purbowardayan.” tutupnya
Perayaan Tumbuk Ageng ke-64 Gereja Katolik Purbowardayan menjadi momentum penuh syukur sekaligus refleksi atas perjalanan pelayanan gereja yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan kehidupan rohani, sosial, dan kebudayaan di Kota Surakarta dan sekitarnya. (Put/Za)




















