Kota Surakarta (Humas) – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Kota Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui gelaran English Show yang berlangsung meriah pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi panggung prestasi sekaligus ruang aktualisasi diri bagi para siswa untuk mengasah kompetensi bahasa Inggris secara aktif, kreatif, dan berkarakter.
Bertempat di panggung utama (Big Stage) madrasah, kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 7 dan 8 Program Khusus (PK), baik kelas Sains maupun Tahfidz. Acara dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 11.40 WIB, tepat menjelang azan Zuhur sebelum pelaksanaan salat Jumat. Sejak awal hingga akhir, suasana berlangsung tertib, semarak, dan penuh antusiasme.
Mengusung tema “Speak English with CINTA (Care for God and Others, Integrity, Nationalism, Tolerance, and Akhlaq)”, kegiatan tersebut menegaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter. Kompetensi global tidak cukup hanya dengan kecakapan linguistik, tetapi juga harus dilandasi cinta kepada Tuhan dan sesama, integritas, nasionalisme, toleransi, serta akhlak mulia. Tema tersebut selaras dengan Kurikulum Cinta yang digaungkan Kementerian Agama RI.
English Show merupakan puncak dari rangkaian English Competition yang telah dilaksanakan di masing-masing kelas satu pekan sebelumnya. Setiap kelas menyeleksi penampilan terbaik dari berbagai kategori untuk tampil di panggung utama.
Kegiatan tersebut tidak sekedar ajang kompetisi, melainkan strategi terstruktur untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris siswa secara aktif dan aplikatif, serta betujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian tampil di depan umum, serta membangun jiwa kompetitif yang sehat.
Beragam penampilan disuguhkan dalam balutan bahasa Inggris yang komunikatif dan ekspresif, mulai dari speech, storytelling, newscaster, singing, choral speaking, drama, dancing, hingga yel-yel kreatif. Para siswa tampil memukau dengan kostum yang disesuaikan dengan tema masing-masing, menjadikan panggung semakin hidup, atraktif, dan penuh energi positif.
Secara akademik, siswa dilatih menguasai pronunciation, vocabulary, grammar, dan intonation, serta keterampilan public speaking. Sementara dari sisi nonakademik, kegiatan ini membentuk karakter melalui kerja sama tim, tanggung jawab, manajemen waktu, kreativitas, dan keberanian.
Guru MTs N 2 Kota Surakarta sekaligus Juri yang Bernama Rofi’ah menyampaikan bahwa pelaksanaan English Show tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sebagai juri sekaligus panitia, saya melihat kegiatan berjalan sangat baik dan penuh antusiasme. Anak-anak tampil dengan persiapan yang lebih matang. Variasi penampilan membuat acara semakin hidup dan tidak monoton,” tutur Rofi’ah.
Ia menambahkan bahwa keberanian siswa untuk tampil di atas panggung merupakan capaian yang sangat membanggakan.
“Memang masih ada yang perlu meningkatkan pronunciation dan kelancaran berbicara, tetapi semangat dan usaha mereka luar biasa. Ini menunjukkan bahwa pembinaan melalui English Camp di Pare serta program conversation sore hari mulai membuahkan hasil,” imbuhnya.
English Show menjadi bukti bahwa pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan mampu meningkatkan kualitas akademik dan nonakademik siswa secara nyata.

Salah satu peserta lomba speech, Kanaya, mengungkapkan rasa bangganya dapat tampil di panggung besar.
“Awalnya saya gugup karena harus berbicara dalam bahasa Inggris di depan banyak orang. Namun setelah latihan bersama guru dan teman-teman, saya menjadi lebih percaya diri. English Show membuat saya berani tampil dan ingin terus belajar, terutama memperbaiki pronunciation serta ekspresi saat berpidato,” ujar Kanaya mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut bukan sekedar lomba, melainkan proses pembentukan mental dan karakter.
Pengawas Madrasah Kankemenag Kota Surakarta Sri Hartati turut mengapresiasi kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) tersebut. Meskipun berhalangan hadir sebaga Juri, ia menyaksikan detail pelaksanaan English Show melalui melalui rekaman kegiatan yang didokumentasikan.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan English Show ini. Kegiatan ini menunjukkan keseriusan madrasah dalam membina kompetensi bahasa Inggris siswa. Penampilan mereka sangat membanggakan, baik dari segi penguasaan materi maupun kepercayaan diri,” ungkapnya sambil berharap English Show terus dikembangkan sebagai program unggulan yang berdampak nyata terhadap perkembangan peserta didik.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Surakarta Kirno Suwanto, menegaskan bahwa English Show merupakan program tindak lanjut dari kegiatan English Camp di Pare yang telah diikuti siswa Program Khusus.
“English Camp di Pare adalah fondasi pembiasaan berbahasa Inggris secara aktif. English Show ini menjadi wadah implementasi dan pembuktian hasil pembinaan tersebut. Kami ingin siswa tidak hanya mampu memahami bahasa Inggris secara teori, tetapi juga berani menggunakannya dalam konteks nyata,” jelas Kirno Suwanto.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus diperkuat sebagai budaya akademik madrasah.
“Kami berkomitmen menjadikan English Show sebagai program unggulan yang berkelanjutan. Harapannya, siswa MTsN 2 Surakarta tumbuh menjadi generasi yang unggul secara akademik, kuat karakternya, dan siap bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” tegasnya.
English Show bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari budaya berbahasa Inggris yang terus dibangun di MTsN 2 Surakarta. Dengan pembinaan yang konsisten, dukungan seluruh warga madrasah, serta sinergi antara program akademik dan penguatan karakter, MTsN 2 Surakarta terus melangkah pasti dalam mencetak generasi madrasah yang unggul, percaya diri, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global. (rfi/rmd)
















