Kota Surakarta (Humas) – Sebagai wujud komitmen dalam membangun karakter dan kemandirian peserta didik sejak usia dini, Raudhatul Athfal (RA) Miftahul Jannah Surakarta menggelar kegiatan outing class penutup semester satu di Etasia Anava Outbound, kawasan Tlatar, Boyolali, Rabu (19/11/2025). Sebanyak 72 siswa yang terdiri dari Kelompok Bermain (KB), TK A, dan TK B antusias mengikuti rangkaian aktivitas di alam terbuka yang dikemas dengan konsep ekowisata, fokus pada pelestarian alam dan edukasi lingkungan. Lokasi dengan udara sejuk serta pemandangan hijau asri dilengkapi aliran sungai dan bebatuan ini menjadi ruang kelas ideal bagi pembelajaran non formal.
Kepala RA Miftahul Jannah Farida Andriani, menegaskan bahwa kegiatan outbound ini merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan empat kali dalam setahun.
“Dua kali di area sekolah dan dua kali di luar sekolah. Ini adalah salah satu kegiatan pembelajaran dalam rangka menumbuhkan sikap kemandirian dan kerjasama bagi anak-anak RA MJ,” ujar Farida Andriani.

Yang menarik, seluruh rangkaian kegiatan seperti permainan, kompetisi, dan edukasi sengaja dilakukan dengan mengikutsertakan anak-anak tanpa pendampingan orangtua, sebagai langkah nyata melatih kemandirian dan kemampuan bersosialisasi.
Pendekatan pendidikan yang dilaksanakan RA Miftahul Jannah Surakarta mendapat apresiasi dari Pengawas RA Kankemenag Kota Surakarta Sarkin. Sarkin menyatakan bahwa mendidik para siswa tidak hanya tentang membekali iman dan takwa, tetapi juga melatih kemandirian, kekompakan, dan kerja sama melalui kegiatan seperti outbound. Pernyataan tersebut mengukuhkan peran satuan pendidikan agama Islam seperti RA tidak hanya pada aspek keagamaan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecakapan hidup (life skills) anak melalui pengalaman langsung.
Semangat keceriaan terpancar sejak kegiatan dibuka dengan sambutan hangat dan sorak-sorai riang dari tim trainer Outbound Anava. Outbound yang dirancang sebagai perpaduan permainan sederhana, ketangkasan, olahraga, dan petualangan ini secara efektif menyentuh tiga domain utama pendidikan: psikomotorik (fisik), afeksi (emosi), dan kognisi (kemampuan berpikir). Melalui desain permainan yang terstruktur, anak-anak diajak mengasah ketangkasan, kebersamaan, dan keberanian dalam memecahkan masalah.
Setelah berkumpul dan senam bersama, peserta dibagi menjadi tiga kelompok besar berdasarkan jenjang usia. Mereka kemudian terjun dalam serangkaian permainan yang menantang sekaligus mendidik, mulai dari flying fox, labirin, meniti tali, hingga kegiatan yang bersentuhan langsung dengan alam seperti bercocok tanam di kubangan lumpur, memberi makan ikan, dan turun ke sungai untuk mandi bersama kerbau. Setiap aktivitas dirancang untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman baru yang tidak didapatkan di dalam kelas.

Kegiatan outbound ini bukan sekadar rekreasi, melainkan instrumen strategis dalam kurikulum RA Miftahul Jannah untuk menjawab tantangan pendidikan abad 21. Dengan belajar di alam, anak-anak tidak hanya memahami teori tetapi juga mengalami langsung proses interaksi, problem solving, dan kerja tim. Keberanian mereka untuk mencoba hal baru tanpa kehadiran orang tua menjadi bukti nyata efektivitas metode ini dalam menumbuhkan rasa percaya diri. (frd/rmd)





















