Surakarta (Humas) – MTs Muhammadiyah Surakarta sukses menyelenggarakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MTs Muhammadiyah Surakarta periode 2026-2027 (31/01/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus 1 Purwodiningratan tersebut berjalan dengan lancar.
Sambutan dari Ketua IPM periode 2025/2026, Wahyu Wirda Maulana mengibaratkan pemilihan ketua IPM ini dengan filosofi perpindahan dan bergerak. “Bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti akan berpindah dan bergerak, sebagaimana estafet kepemimpinan ini akan berpindah kepemimpin yang baru,”ujarnya.
Kepala MTs Muhammadiyah Surakarta, Mar’atus Sholikah Isnaini berharap dengan tema ” Aspire to Inspire” calon-calon ketua IPM bisa menyampaikan aspurasi mereka dan menginspurasi sesama siswa untuk mensupport visi dan misi madrasah dan menjadi pemimpin yang amanah, dan menjadi jalan mereka untuk berproses meraih mimpi mereka dimasa depan.
Pemilihan Ketua dan wakil Ketua IPM merupakan bagian dari upaya madrasah dalam menanamkan nilai kepemimpinan, demokarasi dan tanggung jawab kepada siswa. Melalui tema “Aspire to Inspire” pemimpin beraspirasi untuk menginspirasi. Pelaksanaan pemilihan secara digital menjafi wujuf komitmen MTs Muhammadiyah Surakarta sebagai Digital school dalam menghadirkan proses pendidikan yang modern dan akuntabel.

Acara dilanjutkan dengan orasi dan penyampaian visi misi ketiga pasangan calon ketua dan wakil ketua IPM periode 2026/2027. Sesuai tema “Aspire to Inspire” pasangan calon mengenakan kostum sesuai cita-cita mereka, Paslon pertama Azam dan Ismail memakai kostum pengusaha atau dikenal CEO, paslon kedua Alya dan Nailah menggunakan kostum dokter dan Paslon ketiga Dimas dan Mustofa menggunakan Kostum Atlit.
Berbeda dengan pemilu konvensional, para siswa dan guru memberikan hak suaranya melalui perangkat tablet maupun hp android yang telah disediakan panitia. Kegiatan ini memanfaatkan teknologi digital voting guna menjamin proses demokarasi yang efisien dan transparan. Keunggulan utama sistem ini adalah quick result yang memungkinkan hasil perolehan suara dapat dipantah secara langsung melalui layar diarea Pemilihan setelah pemungutan suara berakhir.

Antusias pemilih terlihat dari keseruan para siswa saat memberikan hak suaranya dan menunggu hasil perhitungan suara. Salah satu siswa Dzaky siswa kelas 7 Smart class ikut merasakan penasaran apakah paslon pilihannya lolos dan terpilih menjadi ketua dan wakil ketua IPM yang baru. “Seru dan senang bisa ikut berpartisipasi dalam pemilu, deg deg an juga apakah paslon pilihan saya bisa menang” harapnya.
Sri Hartati selaku pengawas madrasah ikut memberikan apresiasi atas kegiatan ini. “Dilaksanakannya Gelar Pemilu IPM Berbasis Digital manfaatnya sangat besar sekali bagi anak-anak yaitu menumbuhkan rasa memiliki(sense of belongin) kepada MTs Muhammadiyah Surakarta,”tuturnya. Rasa memiliki andil dalam menentukan masa depan madrasah dan juga meningkatkan kepedulian terhadap program-program yang akan dijalankan oleh pengurus IPM yang terpilih.
Kegiatan ditutup dengan penayangan hasil pemungutan suara melalui layar yang dimenangkan oleh paslon no 1 dengan suara 49,1%, paslon no 2 dengan suara 8.5% dan paslon no 3 dengan suara 42.5%. (hfdz/my)

















