Surakarta (Humas) – Pergantian tampuk kepemimpinan di MTsN Surakarta 1 pada Senin pagi (19/10/2026) meninggalkan kesan yang sangat mendalam sekaligus menyalakan gelombang harapan baru di hati seluruh civitas akademika. Bagi guru, tendik, hingga ratusan siswa, kepemimpinan Nurul Qomariyah bukan sekadar masa jabatan, melainkan rekam jejak pengabdian yang penuh kehangatan dan keteladanan.
Tangis haru tak terbendung saat penayangan video kenangan serta penyampaian pesan perpisahannya yang menyentuh jiwa. “Izinkan saya mengucapkan terima kasih atas semua kerja samanya. Jika selama ini berjalan dengan baik, percayalah bahwa itu semua dilakukan secara bersama-sama dan memberikan yang terbaik dengan caranya masing-masing,” tutur Nurul Qomariyah.
Di tengah keharuan melepas sang pengabdi, optimisme membuncah saat civitas akademika menyambut nakhoda baru, Pramono. Antusiasme tinggi terpancar dari keterlibatan aktif lima organisasi siswa (OSIM, PMR, Jurnalistik, Paskibra, dan Pramuka) serta jajaran guru yang menyambut kehadiran mantan Kepala MTsN 2 Sukoharjo tersebut dengan parade seni tarian, hadrah, hingga pertunjukan Tari Saman. Harapan besar untuk membawa MTsN Surakarta 1 terbang lebih tinggi kian mengangkasa saat Pramono menyampaikan pidato perdananya. “Puncaknya rasa itu mutiara. Mutiara rasa. Dan MTsN Surakarta 1 sudah mencapai mutiara itu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ulin Nur Hafsun, turut memberikan pesan mendalam kepada pimpinan baru. Ia berpesan agar Pramono tidak terburu-buru ‘membuat gebrakan’ di MTsN Surakarta 1. Ahmad Ulin berharap Kepala MTsN Surakarta 1 yang baru dapat melanjutkan berbagai kebaikan yang telah ditanam serta mempertahankan raihan prestasi yang selama ini telah diraih oleh madrasah.
Salah satu momen yang paling berkesan dan sarat makna dalam rangkaian acara tersebut adalah prosesi penyerahan serta penyiraman bibit pohon secara simbolis sebagai penanda beralihnya tongkat estafet kepemimpinan di MTsN Surakarta 1. Dalam prosesi ini, Kepala Madrasah periode 2022–2026, Nurul Qomariyah menyerahkan bibit tanaman yang melambangkan fondasi pengabdian serta kebaikan yang telah dibangun kepada Kepala Madrasah baru, Pramono.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyiraman air pertama oleh Kamad Baru, Pramono sebagai simbol mekarnya era baru, keberlanjutan cita-cita, serta semangat merawat kehidupan dan memimpin madrasah selama dua periode ke depan. Didampingi oleh jajaran Wakil Kepala Madrasah serta Kepala Urusan Tata Usaha yang mengapit di panggung utama, prosesi filosofis ini menegaskan komitmen kolaboratif keluarga besar MTsN Surakarta 1 untuk terus memupuk potensi siswa agar tumbuh subur dan membuahkan segudang prestasi bagi bangsa.
Pergantian kepemimpinan di MTsN Surakarta 1 bukan sekadar seremoni serah terima jabatan, melainkan momentum untuk merawat warisan kebaikan sekaligus menumbuhkan harapan baru. Jejak pengabdian Nurul Qomariyah akan senantiasa menjadi bagian penting dalam perjalanan madrasah, sementara kepemimpinan Pramono diharapkan mampu menyemai inovasi, memperkuat kolaborasi, dan mengantarkan madrasah menuju prestasi yang semakin gemilang.
Sebagaimana bibit pohon yang diserahkan dan disiram dalam prosesi simbolis, setiap cita-cita membutuhkan ketulusan, kerja sama, dan ketekunan agar tumbuh kokoh serta berbuah manfaat. Dengan semangat kebersamaan seluruh civitas akademika, MTsN Surakarta 1 siap melanjutkan tradisi prestasi, menumbuhkan generasi berkarakter, dan melangkah menuju masa depan yang lebih cerah. (dna/my)


















