Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Santri Tahun 2026. Bertempat di Aula R. Oesman Pudjotomo, Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Peringatan Hari Santri Tahun 2026 Bagus Sigit Setiawan, memimpin langsung Rapat Koordinasi Persiapan Peringatan Hari Santri tingkat Kota Surakarta pada Kamis (8/10/2026). Memimpin jalannya rakor, Bagus Sigit Setiawan turut didampingi Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Encep Moh. Ilham, serta dihadiri 35 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kankemenag Kota Surakarta.
Dalam rapat tersebut, berbagai detail dan teknis rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri dibahas secara mendalam. Fokus utama tidak hanya pada aspek seremonial, tetapi juga pada bagaimana peringatan ini benar-benar menyentuh dan melibatkan para santri sebagai subyek utama. Bagus Sigit Setiawan menekankan pentingnya komposisi kepanitiaan yang inklusif, dengan melibatkan Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri, selain Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Menurutnya, keberadaan madrasah yang memiliki program boarding school menjadi alasan kuat untuk turut serta dalam kepanitiaan.

“Di MTs N baik 1 dan 2, ada program boarding school-nya, nggih? Untuk itu sekiranya Kamad bisa diikutkan untuk masuk dalam kepanitiaan. Terus untuk dari pesantren, sebaiknya kita libatkan sebagai petugas upacara misalnya sebagai Pembaca UUD 1945, juga pembaca Ikrar Santri. Karena ini kan hari mereka yang kita rayakan,” ujarnya yang disambut dengan tanggapan positif peserta rapat.
Lebih lanjut, Bagus Sigit Setiawan juga menekankan bahwa keterlibatan pondok pesantren dalam petugas upacara merupakan wujud penghargaan atas peran santri dalam sejarah dan pembangunan bangsa. Hal ini sejalan dengan semangat tema Hari Santri Tahun 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa santri memiliki kontribusi nyata dalam memperkuat fondasi keagamaan dan kebangsaan, terutama dalam menyongsong era Indonesia Emas.
Terkait lokasi pelaksanaan, Upacara Hari Santri tahun lalu digelar di Masjid Agung Kota Surakarta. Namun tahun ini, peringatan direncanakan akan dilaksanakan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (MRSZS) pada 22 Oktober 2026 mendatang. Pemilihan lokasi ini diharapkan mampu membuahkan sinergi dari kolaborasi program antara Kankemenag Kota Surakarta dan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, sekaligus memperluas jangkauan dan dampak peringatan bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan yang direncanakan kurang lebih sama dengan tahun sebelumnya, yakni Upacara Peringatan dengan Wali Kota Surakarta bertindak sebagai Pembina Upacara sebagai puncaknya, Ziarah Makam serta penambahan pelaksanaan lomba yang merupakan kerjasama antara Kankemenag, Forum Komunikasi dan Pondok Pesantren (FKPP), dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB). Adapu perlombaan yang dilaksanakan yaitu Lomba Baca Kitab Kuning, Lomba Pidato Bahasa Arab dan Lomba Pesantren Ramah Anak.
Melalui rapat koordinasi ini, Kankemenag Kota Surakarta menegaskan komitmennya dalam menyiapkan peringatan Hari Santri secara matang, partisipatif, dan bermakna. Sinergi antara pemerintah, madrasah, dan pesantren diharapkan menjadi kunci suksesnya peringatan yang tidak sekadar seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan apresiasi bagi para santri yang telah menguatkan negeri. (rmd)



















