Surakarta (Humas) – Sekitar 150 pekerja seni dan pelaku industri kreatif di Kota Surakarta menghadiri Perayaan Natal Entertainer, Event Worker, dan Content Creator Surakarta yang diselenggarakan di Nawa Bistro Punggawan (28/02/2026). Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan iman, seni, dan kebersamaan lintas komunitas kreatif di Kota Bengawan.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen pekerja seni, di antaranya Himpunan Artis Surakarta (HASTA), para content creator, event worker, komunitas God is Love (musisi Kristen Katolik), serta MC Soloraya. Suasana perayaan berlangsung hangat, penuh sukacita, dan sarat pesan kebersamaan.
Dalam refleksi Natalnya, Romo Fransiscus Kristino Mari Asisi, SJ menyampaikan bahwa talenta seni merupakan anugerah yang patut disyukuri. Ia menegaskan bahwa ketika talenta tersebut dipersembahkan untuk Tuhan dan sesama, maka hidup tidak hanya menjadi produktif, tetapi juga bermakna. Menurutnya, iman dan profesi tidak seharusnya dipisahkan. “Justru melalui dunia seni dan hiburan, pesan kasih, pengharapan, dan nilai-nilai kemanusiaan dapat disampaikan secara kreatif dan menyentuh banyak hati,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, dalam sambutannya mengapresiasi peran para musisi dan pekerja seni yang memiliki cara unik dan menarik dalam mengajak umat untuk semakin dekat dengan ajaran agamanya. Ia menilai pendekatan yang menyenangkan dan gaya yang asik membuat pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. “Untuk itu, para musisi dan pekerja seni patut mendapatkan apresiasi yang sungguh-sungguh,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ahmad Ulin menegaskan bahwa seluruh ajaran agama pada hakikatnya merupakan nasihat bagi para pemeluknya, agar mengetahui bagaimana bersikap kepada Tuhan, Kitab Suci, pemimpin agama, serta kepada sesama manusia. “Dengan mengamalkan ajaran agama masing-masing, ia meyakini hubungan manusia dengan Tuhan dan dengan sesama akan terjalin dengan baik,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk mewujudkan Kota Surakarta sebagai Kota Harmoni tingkat nasional. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pekerja seni yang terus mengajak umat beragama untuk mencintai dan mendalami agamanya melalui cara-cara yang mengasyikkan.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surakarta, Wahyu Kristina, menyampaikan bahwa Kota Surakarta sebagai kota budaya sangat menghargai peran para pekerja entertainment dan industri kreatif. Menurutnya, para pelaku seni tidak hanya berperan sebagai penghibur, tetapi juga sebagai penggerak budaya, pencatat zaman, dan sumber inspirasi bagi banyak orang.
Ia menambahkan bahwa setiap panggung yang dinaiki, setiap lagu yang dinyanyikan, dan setiap karya seni yang dihasilkan memiliki daya jangkau serta pengaruh yang luas. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pekerja seni dan pelaku industri kreatif untuk saling mendukung dan terus menciptakan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bukti kasih, menguatkan solidaritas, serta membangun karakter bangsa yang luhur. ”Dengan semangat gotong royong tersebut, industri kreatif diharapkan terus berperan aktif dalam mewujudkan Kota Surakarta yang berbudaya, maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (may)



















