Surakarta (Humas) – Dalam rangka mendukung penguatan pendidikan karakter dan pengembangan kompetensi peserta didik madrasah, MA Al-Islam Jamsaren Surakarta menyelenggarakan kegiatan pembelajaran berbasis kewirausahaan yang dilaksanakan di kawasan Car Free Day Kota Surakarta (18/01/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik secara nyata di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, madrasah berupaya menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.
Kegiatan kewirausahaan ini melibatkan siswa-siswi secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan usaha, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman langsung mengenai dinamika dunia usaha. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan nilai-nilai keislaman, seperti kejujuran, kerja keras, kedisiplinan, serta etika bermuamalah dalam aktivitas ekonomi. Dengan pendekatan tersebut, madrasah berharap peserta didik mampu menginternalisasi nilai-nilai pembelajaran secara utuh dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, para siswa membuka stan penjualan berbagai produk hasil kreativitas dan inovasi mereka, seperti makanan olahan, minuman segar, serta produk sederhana lainnya yang layak jual. Pelaksanaan kegiatan di ruang publik memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi peserta didik dalam menghadapi konsumen secara langsung, mengelola waktu, serta berkomunikasi secara efektif. Antusiasme masyarakat yang cukup tinggi turut memberikan motivasi dan kepercayaan diri bagi siswa dalam menjalankan aktivitas usaha. Kegiatan ini juga menjadi sarana interaksi positif antara madrasah dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan peran madrasah sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.

Kepala MA Al-Islam Jamsaren Surakarta, Much. Syafii dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan kewirausahaan ini merupakan bagian dari strategi madrasah dalam membekali peserta didik dengan keterampilan hidup yang relevan. “Melalui kegiatan kewirausahaan ini, kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui praktik langsung di lapangan. Siswa dilatih untuk mandiri, berani berusaha, serta bertanggung jawab atas apa yang mereka kerjakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi media pembelajaran nilai-nilai karakter yang sejalan dengan visi pendidikan madrasah, khususnya dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, produktif, dan siap berkontribusi di masyarakat. Menurutnya, pengalaman langsung berwirausaha akan menjadi bekal berharga bagi siswa, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Lebih lanjut, Syafii menegaskan bahwa kegiatan kewirausahaan ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan madrasah yang dicanangkan oleh Kementerian Agama, yaitu penguatan profil pelajar madrasah yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berkarakter moderat, serta memiliki keterampilan abad ke-21. “Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program pembelajaran yang inovatif dan kontekstual, agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial,” tambahnya.
Pelaksanaan kegiatan di ruang publik seperti Car Free Day juga dinilai efektif dalam melatih keberanian, etika komunikasi, serta kemampuan adaptasi peserta didik. Dengan demikian, madrasah tidak hanya berfungsi sebagai pusat transfer ilmu, tetapi juga sebagai wahana pembentukan kepribadian dan kemandirian siswa secara menyeluruh. Melalui kegiatan kewirausahaan ini, MA Al-Islam Jamsaren Surakarta berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing, berakhlak, dan memiliki semangat enterpreneurship yang sehat. Madrasah juga mengharapkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, khususnya Kementerian Agama Kota Surakarta, dalam pengembangan program pendidikan kewirausahaan di lingkungan madrasah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) dalam penyelenggaraan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Kedepan, madrasah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta menghadirkan inovasi pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan masyarakat luas. (kkh/my)



















