Kota Surakarta (Humas) – Dalam upaya memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini yang religius dan modern, Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (K2RA) Kota Surakarta menggelar rapat koordinasi strategis pada Rabu (14/1/2026). Pertemuan yang dihadiri seluruh Kepala RA se-Surakarta ini menandai komitmen Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta untuk mendampingi satuan pendidikan keagamaan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang diperkaya dengan nilai “Panca Cinta”, sekaligus mendorong akselerasi transformasi digital.
Rapat yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon tersebut secara resmi dibuka Ketua IGRA Kota Surakarta Sri Harpeni. Poin utama pembahasan rapat adalah penerapan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 1503 Tahun 2025 sebagai pedoman terbaru. Meski substansinya sejalan dengan KMA sebelumnya, regulasi ini secara khusus menekankan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai ruh pengajaran.
”Penerapan Kurikulum Merdeka di RA kini diperkuat melalui pilar ‘Panca Cinta’ yang meliputi: Cinta Allah dan Rasul, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama Manusia, serta Cinta kepada Bangsa dan Negara,” tegas Sri Harpeni dalam forum tersebut. Penguatan ini juga didukung oleh Keputusan Dirjen Pendis No. 6077 Tahun 2025 yang menjadi panduan fleksibel bagi lembaga dalam menerapkan KBC.
Di lain sisi berkaitan dengan transformasi digital, Kankemenag Kota Surakarta melalui Pengawas Madrasah yang hadir yaitu Sarkin dan Istikomah, memberikan instruksi tegas. Sarkin menekankan pentingnya akurasi data sebagai tulang punggung kebijakan. Selain itu, seluruh RA diwajibkan mengaktifkan akun Raport Digital Madrasah (RDM) dan memperbarui data keluarga berbarcode untuk mendukung kelancaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Untuk mendorong kreativitas pendidik, K2RA juga mengumumkan serangkaian agenda pelatihan yang didukung oleh Kankemenag Kota Surakarta. Pelatihan Artificial Intelligence (AI) untuk perwakilan RA akan digelar pada 17 Januari 2026, menggambarkan langkah nyata adaptasi teknologi. Sementara itu, Pelatihan Fun Game yang akan digelar pada akhir Januari dirancang untuk menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan, yang hasilnya akan dilombakan pada Ramadan mendatang.
Melengkapi semarak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag di Kota Surakarta, pada 24 Januari 2026 akan diselenggarakan tiga perlombaan yakni mewarnai, ketangkasan (lari estafet) dan hafalan Al-Qur’an, terpusat di Kankemenag Kota Surakarta dan akan diikuti sejumlah kurang lebih 800 siswa dari 33 RA se-Surakarta.
Dalam penutupan rapat, disampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para Kepala RA dan diingatkan pentingnya penyelesaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) secara tepat waktu. Hal ini mencerminkan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang menjadi perhatian bersama antara lembaga dan Kankemenag selaku pembina.
Dengan sinergi antara K2RA dan Kankemenag Kota Surakarta ini, diharapkan layanan pendidikan RA tidak hanya memenuhi standar administratif dan digital, tetapi juga benar-benar menghidupkan kurikulum yang berpusat pada nilai-nilai cinta dan karakter. Langkah ini diyakini akan memperkuat kontribusi pendidikan Islam usia dini dalam membangun pondasi generasi penerus bangsa yang unggul dan berintegritas. (knl/rmd)

















