Kota Surakarta (Humas) – Menutup semester dengan semangat dan inovasi, Raudhatul Athfal (RA) Nurul Huda Surakarta menggelar serangkaian kegiatan selama bulan Desember. yang dirancang untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara menyeluruh, mengukuhkan pendidikan karakter, dan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam praktik nyata. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) yang dikemas secara kreatif melalui kegiatan berenang bersama di Waterplay Klodran. Kegiatan rekreasi edukatif yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Wulandari, tidak hanya bertujuan melepas penat namun juga menjadi medium pengenalan keselamatan air dan stimulasi motorik kasar anak-anak.
Siswa RA Nurul Huda mulai mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program strategis pemerintah pada Senin (8/12/2025). Wulandari menyambut baik hal tersebut karena memandang MBG sebagai investasi penting bagi masa depan bangsa, yang menekankan bahwa gizi optimal adalah fondasi bagi kesiapan belajar dan tumbuh kembang anak. Program tersebut dilaksanakan beriringan dengan kegiatan rutin Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) yang dilakukan secara berkala untuk memantau status gizi dan perkembangan setiap siswa, sebagai bentuk ikhtiar menjaga kesehatan jasmani sejak dini.

Puncak kreativitas dan pendidikan karakter diwujudkan dalam acara gabungan Pentas Seni (Pensi) dan pasar cilik ‘JASERAH’ (Jajanan Sehat Murah Halal) pada Sabtu (13/12/2025). Acara yang dibuka dengan lantunan merdu Surat Asy-Syam dari Kelas Tahfidz ini meneguhkan atmosfer keislaman sejak awal. Kelompok A tampil memukau dalam Pensi bertema “Stop Bullying”, menyampaikan pesan persahabatan dan anti-perundungan melalui tarian, lagu, dan drama. “Pensi ini adalah sarana kami mengajarkan anak-anak tentang bagaimana berempati dan bersikap berani menolak perundungan,” ujar Ibu Wulandari.

Sementara itu, Kelompok B berperan aktif sebagai penjual cilik dalam ‘JASERAH’, sebuah simulasi kewirausahaan yang mengajarkan keterampilan hidup, interaksi sosial, dan prinsip keuangan sederhana. Melalui kegiatan ini, anak-anak dikenalkan dengan konsep jual-beli yang beretika serta pentingnya memilih konsumsi yang halal dan thayyib (baik).
“JASERAH adalah wahana agar anak-anak bisa menguasai keterampilan hidup dasar, fondasi penting untuk tanggung jawab dan kemandirian finansial di masa depan,” ucap Wulandari.
Nilai kepedulian sosial dan cinta lingkungan kepada siswa RA Nurul Huda juga ditekankan melalui pemutaran film edukatif “Menjaga Lingkungan Alam Ciptaan Allah” pada Rabu (17/12/2025). Film tentang dampak banjir di Sumatera ini mengajak siswa memahami hubungan antara kelestarian alam dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Pesan moral untuk menjadi “Pahlawan Pohon” dikemukakan untuk menumbuhkan empati. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Aksi Penggalangan Dana Peduli Korban Banjir yang bekerja sama dengan Rumah Zakat, mengajarkan praktik nyata berbagi kepada sesama sebagai implementasi dari nilai kemanusiaan dalam Islam.

Sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan, Komite Kelompok Gizi membagikan paket nutrisi tambahan kepada seluruh siswa, menegaskan bahwa membangun generasi unggul membutuhkan fondasi tubuh yang sehat. Menutup seluruh rangkaian, RA Nurul Huda menggelar pengambilan Laporan Pencapaian Pembelajaran (LPP) atau raport dengan menggaungkan program “Gerakan Ayah Ambil Raport”. Program ini mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan anak, menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama dalam keluarga.
“Kehadiran Ayah saat pengambilan raport memberikan rasa bangga dan percaya diri yang luar biasa bagi anak-anak kami,” pungkas Wulandari. Melalui beragam aktivitas tersebut, RA Nurul Huda Surakarta membuktikan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga berkarakter kuat, sehat jasmani-rohani, dan memiliki akhlakul karimah. (wln/rmd)






















