Kota Surakarta (Humas) – Komisi Kitab Suci se-Keuskupan Agung Semarang menyelenggarakan monitoring dan evaluasi (Monev) pada Jumat, (28/11/2025) di Rumah Retret Domus Mariae, Magetan, Jawa Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari lima Kevikepan, yaitu Kevikepan Surakarta, Kevikepan Kedu, Kevikepan Jogja Barat, Kevikepan Jogja Timur, dan Kevikepan Semarang. Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Surakarta turut hadir sebagai bagian dari delegasi Kevikepan Surakarta.
Pertemuan ini menjadi wadah evaluasi dan penguatan program kerasulan Kitab Suci. Setiap Kevikepan memaparkan hasil monitoring dan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025, sekaligus menyampaikan rencana program kerja yang akan dijalankan pada tahun 2026.
Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Surakarta, Fransisca Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan ruang kolaborasi yang penting bagi seluruh Kevikepan dalam memperkuat pelayanan Kitab Suci.
“Pertemuan Komisi Kitab Suci se-Keuskupan Agung Semarang pada 28–29 November 2025 di Rumah Retret Domus Mariae, Magetan menjadi ruang kolaborasi berharga melalui monitoring dan evaluasi program 2025 serta pemaparan rencana kerja 2026 dari lima Kevikepan,” ungkapnya.
Putri juga menambahkan, “Sebagai perwakilan Kevikepan Surakarta, kami semakin dikuatkan untuk mendorong umat menghidupi Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari.” Pungkasnya.
Sebagai penutup, Ia menyampaikan rencana besar yang akan diselenggarakan tahun depan.
“Tahun 2026 mendatang direncanakan agenda besar Temu Komisi Kitab Suci se-Regio Jawa, dengan Keuskupan Agung Semarang sebagai tuan rumah dan kemungkinan dilaksanakan di Solo atau Yogyakarta, sehingga menjadi momentum untuk mempererat sinergi kerasulan Kitab Suci dan mendorong keterlibatan aktif seluruh Kevikepan se-Regio Jawa.” Tutupnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat karya pastoral Kitab Suci, serta mendorong semangat pelayanan yang lebih kolaboratif di tahun-tahun mendatang. (Put/Za)


















