Surakarta (Humas) – Memasuki pertengahan November 2025, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Surakarta kembali menggelar kegiatan bersih-bersih tempat ibadah melalui program Gerakan Rumah Ibadah Berseri (Gemari) Solo. Kali ini, rumah ibadah yang menjadi sasaran adalah Masjid Laweyan, salah satu masjid tertua dan memiliki nilai sejarah penting di Kota Surakarta. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (18/11/25) kemarin, dan dihadiri Kasi Bimas Islam, perwakilan Kelurahan Pajang, Babinsa, Bhabinkamtibmas Kecamatan Laweyan, serta para jamaah setempat.
Pada putaran kelima ini, fokus pembersihan Gemari Solo berada di area luar masjid, mengingat ruang utama Masjid Laweyan telah dirawat secara rutin oleh marbot. Para penyuluh bersama jamaah setempat membersihkan area wudhu, kamar mandi, serta memangkas rumput di lingkungan sekitar masjid.

“Yang dibersihkan bagian luar masjid saja, seperti tempat wudhu putra dan putri serta halaman masjid. Untuk bagian dalam, karpetnya sudah rutin disedot dan divakum setiap Kamis,” ujar Sukamto dalam pesan WA-nya.
Sementara itu, Sutanto, Ketua 1 Pengurus Masjid Laweyan, mengucapkan terima kasih atas kontribusi Gemari Solo yang telah meluangkan waktu untuk ikut merawat masjid bersejarah tersebut.
“Kegiatan Gemari ini sangat bagus. Syukur bisa rutin, karena Masjid Laweyan memiliki banyak kegiatan, sementara bantuan finansial dari pemerintah belum ada,” ujarnya.
Setelah kegiatan bersih-bersih, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan diskusi singkat seputar moderasi beragama. Tema yang diangkat selaras dengan jargon utama Gemari Solo, yakni “Masjid sebagai pelopor kerukunan, ramah jamaah, dan ramah lingkungan”.
Seperti kegiatan GEMARI sebelumnya, bersih-bersih juga diikuti oleh Penyuluh Agama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Kerja bakti mencabuti rumput yang tumbuh di halaman masjid, menjadikan masjid tampak lebih bersih.

Dalam kesempatan itu, Achmad Arifin selaku Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Surakarta mengatakan bahwa kegiatan Gemari Solo ini bisa terus berlanjut dan ke depan dapat menjalin kolaborasi lebih erat dengan kelurahan, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas. Dengan demikian, manfaat program ini akan semakin dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang berada di sekitar rumah ibadah tempat kegiatan Gemari berlangsung.
Arifin juga mengingatkan bahwa KUA tidak hanya melayani nikah, talak dan rujuk. Akan tetapi, juga melayani konsultasi keluarga sakinah, pendampingan hukum dan pendampingan korban kekerasan. (sol/kolik/my)



















