Surakarta (Humas) – Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta akan menggelar acara Khatmil Qur’an dan Haul pada Kamis (2/10/2025) bertepatan dengan 10 Rabi’ul Akhir 1447 H, bertempat di kompleks pesantren.Kegiatan ini diikuti 222 santri yang terdiri atas 111 santri putra dan 111 santri putri.
Berdasarkan data panitia, peserta Khatmil Qur’an terbagi dalam tiga tingkatan: Juz ‘Amma sebanyak 131 santri, Bin Nadzar sebanyak 80 santri, dan Bil Ghaib sebanyak 11 santri. Pembagian ini mencerminkan jenjang kemampuan santri dalam membaca dan menghafalkan Al-Qur’an sesuai kurikulum pesantren.
Khatmil Qur’an dan Haul merupakan tradisi tahunan sebagai wujud rasa syukur atas tuntasnya pembelajaran Al-Qur’an sekaligus momentum dzikir dan doa bersama untuk para pendiri serta sesepuh pesantren. Acara ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara santri, wali santri, alumni, serta masyarakat sekitar.
Rangkaian menuju acara puncak telah dimulai sejak 21 September 2025, meliputi Semaan Estafet Alumni Program Tahfidz, Ziarah Maqbarah santri putra dan putri, Jam’iyyah Semaan Al-Qur’an ibu-ibu, Semaan Bin Nadzar, dan Semaan Bil Ghaib.

Pada 1 Oktober 2025, panitia juga melaksanakan ziarah ke makam para masyayikh pendiri pesantren serta foto bersama pengasuh dan alumni.Acara puncak diawali dengan pembukaan dan sambutan, dilanjutkan prosesi Khataman Al-Qur’an, dzikir tahlil, samanan, serta doa khataman. Setelah prosesi khataman dan haul, acara akan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Mas’ud, kemudian ditutup dengan pengajian umum dan tausiyah oleh Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. yang juga menjadi pembicara utama pada kegiatan malam puncak.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Khataman Al-Qur’an dan Dzikrul Haul di Pesantren Al-Muayyad menguatkan kesadaran bersama bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang harus senantiasa dibaca, dipahami, diamalkan, dan dijadikan rujukan dalam setiap langkah kehidupan.
“Santri yang dekat dengan Al-Qur’an insyaAllah akan menjadi generasi berakhlak mulia, berilmu, sekaligus siap berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negara. Dzikrul Haul adalah bentuk syukur dan penghormatan atas jasa para pendiri, kiai, dan guru-guru kita di Pesantren Al-Muayyad. Beliau-beliau telah mengabdikan hidupnya untuk perjuangan dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Kita sebagai penerus wajib melanjutkan perjuangan itu, menjaga warisan pesantren, serta menebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kementerian Agama melalui berbagai program terus mendorong peningkatan mutu pendidikan keagamaan, termasuk pesantren yang menjadi benteng moral bangsa, kawah candradimuka kader ulama, sekaligus pusat pembinaan akhlak.
“Kami berharap santri-santri Al-Muayyad terus bersemangat belajar, mengasah diri, serta menyiapkan masa depan dengan ilmu dan akhlak mulia,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh rangkaian Khatmil Qur’an dan Haul 2025 diharapkan berlangsung khidmat dan penuh keberkahan sebagai wujud pengabdian pesantren dalam meneguhkan tradisi Qur’ani serta menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. (mza/my)



















