Kota Surakarta (Humas) – Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Cagar Budaya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Dukungan penuh disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Romo R. Muhammad Syafi’i, saat menghadiri kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di MAN 2 Surakarta pada Selasa (10/2/2026). Kehadiran Wamenag ini menjadi sinyal kuat bahwa program prioritas nasional di bidang pendidikan berbasis pelestarian sejarah harus segera direalisasikan.
Kunjungan kerja orang nomor dua Kemenag RI tersebut disambut meriah oleh formasi siswa Paskibra dan Pramuka, diiringi alunan gending Kebo Giro dari grup karawitan Mandaska Adilaras. Suasana kian khidmat ketika melihat jajaran Kepala Kantor Kementerian Agama se-Solo Raya turut hadir mendampingi, termasuk Kakankemenag Kota Surakarta,Ahmad Ulin Nur Hafsun, yang hadir paling depan, menunjukkan keseriusan jajarannya dalam mengawal program strategis di wilayahnya.

Mengawali pembinaan ASN, Kepala MAN 2 Surakarta Lanjar Utami dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Wakil Menteri Agama di MAN 2 Surakarta. Lanjar Utami kemudian melanjutkan dengan memaparkan kondisi MAN 2 Surakarta secara umum, termasuk berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang telah diraih oleh peserta didik dan civitas akademika.
Selain itu, ia turut menyampaikan proses serta tindak lanjut Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Cagar Budaya yang tengah berjalan di MAN 2 Surakarta. Hal tersebut menjadi salah satu fokus pengembangan madrasah dalam menjaga nilai historis sekaligus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Memasuki acara inti, Wamenag memberikan penguatan kinerja kepada seluruh ASN. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi civitas akademika MAN 2 Surakarta. “Atas kinerja dan prestasi yang ditorehkan MAN 2 Surakarta, saya ucapkan terima kasih dan layak kita beri apresiasi,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia secara spesifik menyoroti program PHTC. “Dan saya ikut memberikan support agar PHTC cagar budaya di MAN 2 Surakarta ini segera terselesaikan,” ujar Wamenag, menegaskan komitmennya.
Ahmad Ulin Nur Hafsun turut angkat bicara menanggapi arahan Wamenag. Ia menegaskan bahwa pihaknya selalu bersiap untuk mendampingi MAN 2 Surakarta baik secara teknis dan administrative, untuk memastikan PHTC cagar budaya berjalan baik.
“Kami di Kankemenag Kota Surakarta akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. PHTC ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari ikhtiar kita menciptakan madrasah unggul tanpa meninggalkan akar sejarah. Kami minta seluruh tim bergerak cepat dan akuntabel,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sinergi antara madrasah dan Kantor Kemenag akan terus diperkuat. Menurutnya, keberhasilan PHTC di MAN 2 Surakarta yang akan tercipta nanti bisa menjadi percontohan bagi madrasah lain di wilayah Solo Raya dalam mengelola program berbasis cagar budaya. Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Agama untuk menjadikan madrasah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkarakter dan bermartabat.
Kegiatan pembinaan yang sarat makna Selasa lalu tersebut ditutup dengan sesi foto bersama antara Wamenag, jajaran Kankemenag se-Solo Raya, serta seluruh civitas akademika MAN 2 Surakarta. Momen kebersamaan tersebut menjadi simbol kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan madrasah yang berdaya saing global, sembari merawat warisan budaya bangsa. (arf/rmd)


















