Kota Surakarta (Humas) – Tim Satuan Kerja (Satker) Penyelenggara Katolik Kota Surakarta bersama Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan Guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) Kota Surakarta menggelar Rapat Koordinasi pada Selasa (4/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Gereja Santa Perawan Maria Regina, Purbowardayan.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan Bimas Katolik Kanwil Jawa Tengah, Tim Satker Penyelenggara Katolik Kota Surakarta, serta Guru Pendidikan Agama Katolik. Kegiatan bertujuan untuk memperkuat sinergi, koordinasi, serta peningkatan layanan pembinaan keagamaan bagi umat Katolik, khususnya dalam bidang pendidikan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa kebersamaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut di Gereja Purbowardayan. Ia mengenang kembali kunjungan Kemenag Surakarta ke gereja tersebut pada tahun 2024 dalam rangka Hari Amal Bakti, serta kehadiran Kemenag pada perayaan ulang tahun Gereja Purbowardayan dalam rangka Tumbuk Ageng yang dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit.
“Selamat datang di Surakarta, selamat datang di Gereja Purbowardayan. Tempat ini memiliki banyak kenangan kebersamaan antara Kementerian Agama dan umat Katolik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Ulin menyampaikan apresiasi kepada Bimas Katolik Kanwil Jawa Tengah dan Bank Mandiri atas perhatian dan dukungannya kepada Guru Pendidikan Agama Katolik di Kota Surakarta, khususnya dalam pemenuhan hak-hak kesejahteraan mereka.
“Jika Pembimas hadir bersama tim, biasanya membawa kabar baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bimas Katolik Kanwil Jawa Tengah dan Bank Mandiri yang telah membantu serta memberikan perhatian kepada guru-guru Pendidikan Agama Katolik di Surakarta,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung capaian Kota Surakarta yang berhasil meraih Harmony Award dari pemerintah pada tahun 2025. Menurutnya, kerukunan dan harmoni umat beragama di Surakarta selama ini terus dijaga dan dipelihara. Namun demikian, ia menyoroti tantangan bersama terkait keterlibatan generasi muda dalam kehidupan keagamaan.
“Salah satu tantangan kita bersama adalah bagaimana mendekatkan anak-anak muda dengan ajaran agamanya dan rumah ibadahnya. Ini menjadi tugas dan tantangan, khususnya bagi para penyuluh, agar generasi muda semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Bimas Katolik Kanwil Jawa Tengah, Stefanus, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas kehadiran Kepala Kankemenag Kota Surakarta dalam kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Bimas Katolik Surakarta yang selama ini telah melayani umat Katolik dengan sungguh-sungguh.
Ia berharap bantuan insentif yang diberikan oleh Bimas Katolik dapat membantu meningkatkan kesejahteraan Guru Pendidikan Agama Katolik. Menutup sambutannya, Stefanus menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru agar proses pembelajaran dapat diterima dengan baik oleh peserta didik.
“Sebagai seorang guru, kita harus terus meningkatkan kompetensi agar anak didik dapat dengan mudah menerima apa yang kita ajarkan,” pungkasnya. (Fpt/Za)




















