Kota Surakarta (Humas) – Derasnya arus informasi di era digital menuntut remaja memiliki kemampuan literasi media dan etika komunikasi digital yang memadai. Menyikapi tantangan tersebut, Program Studi Sarjana Terapan Produksi Media Politeknik Indonusa Surakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Workshop “Peningkatan Literasi Media dan Etika Komunikasi Digital” di MTs Negeri 2 Surakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang CBT 4/Ruang Rapat MTs N 2 Surakarta. Workshop diikuti oleh 34 siswa anggota OSIM kelas VIII MTs N 2 Surakarta yang mendapatkan izin khusus sehingga tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) reguler.

Melalui workshop tersebut, para peserta dibekali pemahaman tentang cara mengakses, memahami, menganalisis, mengevaluasi, hingga memproduksi informasi dari berbagai media secara cerdas dan bertanggung jawab. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya peran remaja tidak hanya sebagai pengguna media sosial, tetapi juga sebagai kreator konten yang positif, kritis, dan beretika.
Para narasumber dari Politeknik Indonusa Surakarta memaparkan pentingnya literasi media di era digital, termasuk cara mengenali informasi yang valid serta memahami dampak negatif hoaks, clickbait, disinformasi, dan deepfake. Materi tersebut dinilai relevan dengan kehidupan remaja yang hampir tidak terlepas dari penggunaan internet dan media sosial.

Pembina Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs N 2 Surakarta Totok Darmanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop ini sangat penting bagi siswa sebagai bekal menghadapi tantangan dunia digital.
“Anak-anak saat ini hidup di era digital yang sangat terbuka. Melalui workshop ini, mereka dibekali pengetahuan agar tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki sikap bijak, bertanggung jawab, dan beretika dalam bermedia sosial. Ini menjadi bekal penting bagi pengurus OSIM sebagai teladan bagi siswa lainnya,” ujarnya.
Selain literasi media, peserta juga mendapatkan pembekalan tentang etika komunikasi digital, seperti pentingnya berpikir sebelum mengunggah atau membagikan konten, menggunakan bahasa yang santun, menghormati privasi orang lain, mencantumkan sumber karya, serta menghindari ujaran kebencian dan perundungan siber.
Workshop ini juga membuka wawasan siswa tentang berbagai bentuk pelanggaran di ruang digital, antara lain cyberbullying, hate speech, penyebaran konten tanpa izin, hoax, plagiarisme, dan ujaran provokatif. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan dapat menjadi pelajar yang lebih bijak dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.

Ketua OSIM MTs N 2 Surakarta Hanan Latif Sulthon, merupakan salah satu peserta workshop , menyatakan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut.
“Workshop ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pengurus OSIM. Kami jadi lebih paham bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak, mengenali berita hoaks, serta pentingnya etika saat berkomunikasi digital. Ilmu ini akan kami terapkan dan kami tularkan kepada teman-teman di madrasah,” ungkap Hanan Latif Sulthon. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi wujud sinergi positif antara perguruan tinggi dan madrasah dalam membekali generasi muda menghadapi tantangan era digital. Diharapkan, siswa MTsN 2 Surakarta dapat tumbuh menjadi pelajar yang cerdas digital, beretika dalam berkomunikasi, serta tetap berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Kementerian Agama. (rfi/rmd)


















