Surakarta (Humas) – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Syafi’i, melakukan pembinaan dan penguatan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus meninjau pembangunan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Cagar Budaya di MAN 2 Surakarta, Selasa (10/02/2026).
Dalam arahannya, Wamenag menegaskan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pelayanan dalam pelaksanaan tugas ASN Kementerian Agama. Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan gedung PHTC yang merupakan bagian dari bangunan cagar budaya.
Kepala MAN 2 Surakarta, Lanjar Utami, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan Wamenag RI beserta rombongan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Wamenag RI. Besar harapan kami, keluarga besar MAN 2 Surakarta mendapatkan penguatan dalam pembangunan gedung PHTC ini,” ujarnya.
Lanjar menjelaskan bahwa bangunan MAN 2 Surakarta merupakan bagian dari cagar budaya yang telah dikembangkan sejak masa pemerintahan Pakubuwono X. Oleh karena itu, proses pembangunan kembali harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan prosedur pelestarian yang berlaku.
“Kami tidak bisa langsung membangun gedung tersebut, karena memang harus mengikuti prosedur yang sudah ada. Saat pembangunan nanti akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan harus mengacu pada bentuk aslinya,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wamenag menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menjaga dan melestarikan nilai sejarah bangunan tersebut.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf guru, Kankemenag Surakarta, dan Kemenag Jawa Tengah yang telah menjaga dan melestarikan cagar budaya melalui pembangunan PHTC ini. Ini sangat luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan dalam proses pembangunan.
“Koordinasi harus terus berjalan. Saya mendukung penuh pembangunan ini. Silakan dilaporkan nanti ke Kemenag Surakarta, kemudian dari Kemenag Surakarta ke Kanwil Jawa Tengah. Nanti akan saya tunggu progresnya di Lapangan Banteng,” tegasnya.
Sebelumnya, pembangunan gedung PHTC Cagar Budaya MAN 2 Surakarta dilatarbelakangi oleh kondisi bangunan lama yang mengalami kerusakan serius hingga akhirnya roboh. Gedung tersebut merupakan bangunan cagar budaya peninggalan Keraton Surakarta yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan Islam di Kota Surakarta.
Melalui pembangunan ini, diharapkan pelestarian nilai sejarah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sarana pendidikan yang representatif dan berkelanjutan. (Za)

















