Kota Surakarta (Humas) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta pada Kamis (12/2/2026), bertempat di Soewatu, Kabupaten Karanganyar, kembali menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan tema yang dipilih yakni “Sinergi Pemerintah dan FKUB guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial”. Dalam raker yang dipimpin oleh Ketua FKUB Kota Surakarta KH M. Mashuri tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun berksempatan hadir secara langsung bersama dengan tamu undangan lainnya seperti Wakil Wali Kota Astrid Widayani, Kepala Badan Kesbangpol Agus Santoso, Tokoh Lintas Agama dan perwakilan GEMA FKUB.
Dalam sambutan yang disampaikan dalam pembukaan raker, KH. M. Mashuri menegaskan komitmen FKUB untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan Kemenag dalam ikut andil menyelesaikan berbagai persoalan sosial keagamaan di Kota Surakarta.
“FKUB tidak boleh elitis. Kehadiran FKUB harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat paling bawah,” tegas KH. M. Mashuri.
Sementara itu, Ahmad Ulin Nur Hafsun menyampaikan apresiasi atas peran FKUB dalam menjaga kerukunan umat beragama. Ia bersyukur Kota Surakarta berhasil meraih Harmony Award 2025 peringkat kedua nasional, dan berharap capaian tersebut dapat ditingkatkan.
“Kerukunan adalah program prioritas Kemenag. Sinergi dan kolaborasi harus terus diperluas, termasuk dengan perguruan tinggi, lembaga sosial, dan komunitas pemuda,” ungkapnya
Sejumlah masukan strategis tak lupa disampaikan oleh Astrid Widayani di penghujung acara pembukaan raker Ia menekankan agar program kerja FKUB menyentuh langsung masyarakat dan tidak bersifat elitis, senada dengan pernyataan KH. M. Mashuri.
“Pendekatan ke generasi muda menjadi kunci. Kerukunan harus dilaksanakan sampai tingkat bawah, termasuk kelurahan. Program seperti wedangan toleransi dan dialog lintas iman perlu dikemas dengan gaya yang akrab bagi anak muda,” tuturnya memberikan gambaran pentingnya pendekatan yang menjadikan anak muda sebagai pusat/perspektif utama.
Selain itu, Astrid Widayani juga mendorong adanya inovasi program tingkat kota, seperti penyelenggaraan agenda besar setiap tahun untuk mengenalkan dan merayakan kerukunan umat beragama, serta mengangkat pembahasan tentang pendekatan ekologi dan wawasan hidup berdampingan antar umat beragama dalam satu lingkungan untuk kemudian dikembangkan.
Melengkapi pelaksanaan raker, Agus Santoso mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan kerukunan, seperti radikalisme, terorisme, dan persoalan sosial lain termasuk darurat narkoba. Menurutnya, FKUB dan Kemenag memiliki peran strategis sebagai penyejuk dan penguat ketahanan sosial masyarakat.
Mewakili Wali Kota Surakarta Respati Ardi, Agus Santoso menyampaikan penegasan bahwa Surakarta sebagai kota budaya dan kota toleransi harus terus menjaga prestasi sebagai kota harmonis. Ia menempatkan FKUB sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama melalui penguatan akar rumput dan pendekatan generasi muda.
“Bahasa toleransi harus dikemas dengan bahasa anak muda. Kerukunan tidak boleh terputus di level elit saja, tetapi harus hidup hingga tingkat kelurahan,” ungkapnya.
Dengan terlaksanaya raker Kamis lalu tersebut, FKUB diharapkan mampu menjaga dan mengembangkan capaian Harmony Awards Kota Surakarta melalui program-program yang partisipatif, melibatkan berbagai elemen masyarakat, menyentuh tingkat kelurahan, memperkuat peran pemuda, serta menghadirkan program nyata di tingkat kota. Rapat kerja dilanjutkan dengan agenda internal pengurus FKUB dan ditutup secara resmi oleh Astrid Widayani, serta dilanjutkan sesi foto bersama dan ramah tamah. (mza/rmd)



















