Surakarta (Humas) – Dalam rangka peningkatan Kinerja dan Kesejahteraan Guru Pendidikan Agama Islam, Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta lewat Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam, Percepatan Validasi Nomor Registrasi Guru Dan Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi di Hotel Sahid Jaya, Solo (29/01/2026).
Tim Sistem Informasi SIAGA dari Kanwil Kemenag Prov Jawa Tengah hadir bersama Kabid PAKIS, Nur Zaini Wahyu Widodo. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun.
Kasi PAKIS, Encep Moh Ilham dalam laporannya menyampaikan bahwa percepatan validasi dilaksanakan guna melancarkan proses pencairan TPG. “Percepatan ini juga menggembirakan untuk para guru, karena terindikasi kaitannya dengan pencairan TPG,”candanya. Ia menambahkan bahwa pencapaian maksimal seorang guru, yaitu yang sudah lolos sertifikasi ( PPG) dan mendapatkan anggaran TPG.
Encep melaporkan, kegiatan diikuti oleh 201 guru dari tingkat TK,SD,SMP,SMA/K yang telah menerima TPG tahun 2025. “Kami juga melibatkan AGPAII, bagaiamanapun AGPAII harus selalu hadir untuk selalu tanggap perkembangan regulasi yang muncul baik dari pusat, kanwil atau daerah,”jelasnya.

Sebelum membuka kegiatan, Ahmad Ulin menekankan pentingnya bagi para guru Agama Islam untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi perkembangan zaman. Ia menyampaikan harapan agar proses verifikasi dan validasi Nomor Registrasi Guru (NRG) dapat berjalan dengan lancar. Ia menjelaskan bahwa hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
“Proses verifikasi dan validasi NRG semuanya nanti berjalan dengan baik dan lancar, dan proses berikutnya adalah tentu saja apa yang menjadi rencana program pemerintah melalui Kementerian Agama untuk terus meningkatkan kesejahteraan para guru itu dapat berhasil, lancar, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa para guru tidak boleh menutup diri dari perubahan, baik dalam hal kurikulum, metodologi pembelajaran, maupun penggunaan media. Lebih lanjut, ia memaparkan tiga tahap proses belajar menurut Jensen Hasinamu yang harus dipahami oleh para guru:
- Self Awareness: Guru perlu memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri untuk terus berkembang.
- Cosmo Awareness: Memahami lingkungan sekitar, terutama dinamika di Kota Surakarta yang dikenal dengan tingkat keharmonisannya yang tinggi.
- Tugas sebagai Pelopor: Menjadikan anak didik sebagai pelopor kerukunan dan moderasi beragama.
Ahmad Ulin juga mengingatkan kepada seluruh guru PAI di Surakarta, untuk tetap berhati-hati dengan praktek gratifikasi. “Hati-hati betul dengan pemberian hadiah dari siswa atau wali murid, yang nilainya mencapai angka tertentu, sehingga masuk dalam kategori gratifikasi,”ujarnya. Ia berharap guru dapat melaksanakan amanah dengan baik, dan menjaga keberkahan dalam setiap rejeki yang diterima.
Arahan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Bidang PAIS Kanwil Kemenag Jateng, Nur Zaini, mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu para guru PAI di Kota Surakarta agar bisa mengikuti proses ini pada tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa tahun ini terdapat program percepatan yang dikenal dengan istilah PPG Transformasi.
“Di tahun 2025 memang ada percepatan terkait dengan PPG dengan nama PPG Transformasi. Makanya di tahun 2025 kemarin, bapak ibu Alhamdulillah bisa terakomodasi ikut PPG,” ujar Nur Zaini di hadapan para guru.
Nur Zaini juga menjelaskan bahwa program ini merupakan turunan dari arahan Presiden melalui program Asta Cita, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Menteri Agama melalui program Asta Protas dimana fokus utamanya adalah peningkatan kompetensi guru melalui jalur percepatan.
“Sampai hari ini memang untuk Juknis pencairan PPG ini memang belum turun. Kami dari Bidang PAIS selalu meng-update ke pusat, ke Direktorat PAI, terkait dengan Juknis tersebut karena pencairan harus ada landasannya,” jelasnya. Ia berharap juknis tersebut dapat terbit pada minggu ini atau paling lambat awal Februari 2026 agar proses pencairan bisa segera dilakukan. Menutup arahannya, ia meminta para guru untuk tetap bijak dalam berkomunikasi jika terdapat kendala pelayanan. Ia menyarankan agar keluhan disampaikan langsung kepada stakeholder terkait seperti Dinas Pendidikan atau Kemenag, daripada menyebarkannya di media sosial.

Layanan percepatan NRG di laksanakan oleh Tim SI SIAGA, dengan melakukan verifikasi untuk kemudian menerbitkan Nomor Registrasi Guru (NRG). Beberapa kendala ditemukan, dan guru yang bersangkutan dapat langsung berkonsultasi dengan tim kanwil, untuk ditemukan solusinya. Verifkasi NRG sedikit terhambat dikarenakan sistem error di aplikasi tingkat pusat, namun pihak tim Kanwil Kemenag Prov Jateng akan terus memonitor dan akan langsung menindaklanjuti tahapan verifikasi data guru tersebut. (may)

















